Pemprov NTB Pastikan Mudik Lebaran 2026 Aman dan Nyaman
- 09 Mar 2026 13:25 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai mematangkan persiapan menghadapi arus mudik Lebaran 2026. Sejumlah skenario disiapkan untuk menjamin keamanan dan kenyamanan pemudik, mulai dari pemeriksaan kendaraan hingga pembentukan posko terpadu di pintu-pintu masuk daerah.
Kepala Dinas Perhubungan NTB, Ervan Anwar, mengatakan persiapan mudik telah dimulai sejak awal Ramadan. Pemerintah provinsi menggandeng berbagai pihak seperti kepolisian, pengelola pelabuhan, hingga operator transportasi udara.
“Kita sudah mulai persiapannya dari awal Ramadan bersama kepolisian dan stakeholder terkait. Hari ini juga kita koordinasi dengan Angkasa Pura untuk kesiapan transportasi udara,” kata Ervan, kepada RRI, Senin, 9 Maret 2026.
Dishub NTB saat ini tengah melakukan ramp check terhadap kendaraan angkutan umum. Pemeriksaan dilakukan secara bertahap untuk memastikan kendaraan laik jalan sebelum mengangkut penumpang selama masa mudik.
“Ramp check terus kita lakukan. Mulai dari kelayakan fisik kendaraan, administrasi, sampai aspek teknis semuanya kita periksa,” ujarnya.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan posko terpadu di sejumlah titik strategis yang menjadi pintu masuk NTB. Posko ini akan berfungsi sebagai pusat pengawasan arus mudik sekaligus layanan bagi pemudik.
Menurut Ervan, sedikitnya lima posko terpadu akan beroperasi selama masa mudik. Lokasinya antara lain di Terminal Mandalika, Pelabuhan Lembar, Pelabuhan Kayangan, serta beberapa terminal utama lainnya.
“Konsepnya sama seperti saat pengamanan Natal dan Tahun Baru. Posko ini akan mulai aktif pada 13 Maret,” katanya.
Di posko tersebut, sejumlah instansi akan dilibatkan, termasuk dinas kesehatan dan Balai Kesehatan Pelabuhan. Para sopir angkutan umum juga akan menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum melakukan perjalanan.
Dishub NTB juga mengantisipasi potensi kemacetan akibat pasar tumpah yang kerap muncul saat arus mudik. Setidaknya terdapat sekitar 12 titik pasar tumpah yang menjadi perhatian.
“Penanganannya kita koordinasikan dengan pemerintah kabupaten/kota dan kepolisian setempat,” kata Ervan.
Di sisi lain, pemerintah juga mewaspadai potensi gangguan perjalanan akibat cuaca ekstrem. Koordinasi dilakukan dengan Dinas Pekerjaan Umum, Perkim, BPBD, BPJN, hingga Jasa Raharja untuk memastikan jalur mudik tetap aman dilalui.
Beberapa kawasan perbukitan di Pulau Sumbawa dan jalan kabupaten seperti jalur menuju Sembalun dan kawasan Pusuk di Lombok disebut menjadi titik yang mendapat perhatian khusus karena rawan longsor.
“Terutama di jalur perbukitan seperti Pusuk dan akses menuju Sembalun, itu menjadi perhatian kami,” ujarnya.
Meski demikian, kondisi sebagian besar jalur utama di NTB disebut masih relatif baik. Kerusakan yang ditemukan umumnya merupakan dampak banjir yang terjadi beberapa waktu lalu.
Ervan mengimbau masyarakat yang akan mudik agar merencanakan perjalanan dengan baik, termasuk menentukan waktu keberangkatan dan memastikan keamanan rumah yang ditinggalkan.
“Persiapkan perjalanan dengan matang dan ikuti imbauan pemerintah terkait waktu berangkat dan kembali,” kata dia.
Pemerintah juga mendorong masyarakat untuk meminimalkan penggunaan sepeda motor saat mudik demi menekan risiko kecelakaan di jalan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....