Menyapa Senja dari Ketinggian Bukit Bintang di Kabupaten Teluk Bintuni
- 20 Sep 2026 13:55 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Bintuni – Tak banyak yang menyangka bahwa di balik hamparan hutan mangrove dan pesisir yang menjadi identitas Kabupaten Teluk Bintuni, tersimpan sebuah tempat yang menawarkan sudut pandang berbeda untuk menikmati wajah kota. Tempat itu bernama Bukit Bintang, sebuah destinasi sederhana yang perlahan menjadi favorit warga, terutama kalangan muda yang mencari panorama alam dan keindahan matahari terbenam.
Dari puncaknya, hamparan Kota Bintuni terlihat jelas. Sungai yang membelah kota, bentangan mangrove, kawasan pelabuhan hingga bandara dapat dipandang dari satu titik. Ketinggian bukit yang mencapai sekitar 200 meter di atas permukaan laut menjadikannya salah satu lokasi terbaik untuk menikmati lanskap Bintuni dari ketinggian.
Perjalanan menuju Bukit Bintang dimulai dari Kompleks Masuhi, Kelurahan Bintuni Barat, tepat di samping Gereja Via Dolorosa. Dari sana, pengunjung harus menyusuri lorong kecil sebelum melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menapaki jalur menanjak menuju puncak.
Meski hanya membutuhkan waktu sekitar lima hingga sepuluh menit, medan yang cukup curam membuat perjalanan terasa menantang. Keringat yang bercucuran seolah menjadi bagian dari pengalaman sebelum akhirnya disambut panorama yang memanjakan mata.
Di atas bukit berdiri sebuah pondok sederhana yang kerap menjadi tempat beristirahat para pengunjung. Dari tempat inilah, langit senja yang berwarna jingga keemasan menjadi daya tarik utama. Tak heran jika banyak warga memilih datang menjelang sore hanya untuk mengabadikan momen matahari perlahan tenggelam di balik perbukitan.
Irma, salah seorang warga Bintuni yang berkunjung ke Bukit Bintang, mengaku tertarik datang setelah melihat unggahan teman-temannya di media sosial.
"Awalnya saya lihat di story teman-teman. Pemandangannya bagus sekali, jadi penasaran ingin datang langsung. Memang capek naiknya, tetapi begitu sampai di atas semua rasa lelah langsung terbayar," ujarnya.
Bagi Irma, momen yang paling dinantikan adalah saat matahari mulai turun ke ufuk barat. Cahaya senja yang menyelimuti Kota Bintuni menghadirkan pemandangan yang sulit ditemukan di tempat lain.
Sementara itu, David, pemuda setempat yang kerap mengantar pengunjung menuju Bukit Bintang, mengatakan sebagian besar wisatawan datang untuk menikmati sunset. Namun di balik keindahan itu, masih ada persoalan yang menjadi perhatian bersama, yakni sampah yang ditinggalkan sebagian pengunjung.
"Banyak yang datang untuk lihat matahari terbenam, tapi kadang ada yang meninggalkan sampah. Itu yang membuat pemandangan jadi kurang nyaman," katanya.
David berharap setiap orang yang berkunjung dapat ikut menjaga kebersihan dengan membawa kembali sampah mereka setelah menikmati keindahan alam di puncak bukit.
Hal senada disampaikan Anita Yaotopapea, pengelola Bukit Bintang. Menurutnya, jumlah pengunjung cukup beragam dan biasanya meningkat pada waktu-waktu tertentu, meski tidak dapat diprediksi secara pasti.
Untuk memasuki kawasan tersebut, pengunjung dikenakan biaya sebesar Rp5.000 per orang. Dana itu digunakan untuk membantu perawatan dan kebersihan area wisata.
"Biaya yang dibayar pengunjung digunakan untuk membantu membersihkan lokasi. Kami juga sering memungut sampah dan membawanya turun dari atas bukit," ujarnya.
Anita mengingatkan pengunjung agar tidak membuang sampah sembarangan maupun menyalakan api di area puncak bukit. Selain berpotensi merusak keindahan alam, tindakan tersebut juga dapat memicu kebakaran karena kondisi kawasan yang cukup rawan saat cuaca kering.
Bukit Bintang mungkin belum memiliki fasilitas wisata yang lengkap. Namun justru kesederhanaannya menjadi daya tarik tersendiri. Di tempat ini, pengunjung tidak hanya menikmati panorama alam, tetapi juga belajar menghargai keindahan yang masih alami.
Saat senja perlahan turun dan lampu-lampu Kota Bintuni mulai menyala dari kejauhan, Bukit Bintang seolah menjadi balkon alami yang memperlihatkan sisi lain Teluk Bintuni. Sebuah tempat yang mengajarkan bahwa keindahan terkadang tidak perlu dicari jauh-jauh, karena bisa saja berada tepat di atas kota yang setiap hari kita lihat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....