Amban Fest Dalam Pengembangan Pariwisata Bahari Berbasis Masyarakat
- 21 Agt 2026 19:01 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari Potensi wisata bahari di kawasan Amban, Kabupaten Manokwari, terus didorong untuk berkembang menjadi kekuatan pariwisata sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.
Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui Amban Beach Fest 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 24 hingga 29 Agustus 2026 di kawasan Pantai Amban, Manokwari.
Kegiatan ini tidak hanya diarahkan sebagai festival hiburan, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkenalkan potensi wisata Pantai Amban, budaya masyarakat, olahraga tradisional, serta menggerakkan perekonomian masyarakat pesisir.
Ketua Yayasan Anak Air Pulau Papua, Yan Rumbewas, mengatakan Amban Beach Fest diharapkan mampu menciptakan daya tarik wisata sekaligus memberikan dampak langsung bagi pelaku UMKM di kawasan Pantai Amban.
Menurutnya, festival tersebut tidak semata-mata berorientasi pada perlombaan maupun hadiah, tetapi lebih diarahkan untuk mendatangkan pengunjung sehingga aktivitas ekonomi masyarakat dapat ikut berkembang.
Salah satu kegiatan yang disiapkan adalah Pasar Pantai atau pasar rakyat yang akan berlangsung selama festival. Pasar tersebut menjadi ruang bagi masyarakat dan pelaku UMKM untuk memasarkan berbagai produk, mulai dari kuliner, kerajinan hingga hasil usaha masyarakat.
Selain kegiatan ekonomi, Amban Beach Fest juga akan menghadirkan berbagai kegiatan hiburan dan aktivitas masyarakat.
Pada malam hari akan digelar panggung hiburan dengan nuansa etnik melalui penampilan musik akustik daerah. Sejumlah kegiatan edukasi kepada masyarakat juga direncanakan, termasuk sosialisasi mengenai bahaya narkoba, pencegahan HIV/AIDS serta kampanye pelestarian lingkungan.
Sementara itu, puncak kegiatan dijadwalkan berlangsung pada 28 dan 29 Agustus 2026 melalui lomba dayung tradisional dengan lintasan sekitar lima hingga enam kilometer.
Selain lomba dayung, kegiatan juga diramaikan dengan lomba tradisional lainnya, seperti lomba tombak kelapa, tarik tambang laut menggunakan perahu nelayan, serta pelatihan dan simulasi penyelamatan korban di laut.
Hingga persiapan terakhir yang diberitakan, puluhan tim telah mendaftarkan diri untuk mengikuti lomba dayung, yang diharapkan turut meningkatkan kunjungan masyarakat ke kawasan Pantai Amban.
Pengembangan Amban Fest juga diarahkan untuk membangun konsep pariwisata berbasis masyarakat.
Artinya, masyarakat yang berada di sekitar kawasan wisata tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga memiliki ruang untuk terlibat sebagai pelaku UMKM, penyedia jasa, pelaku seni dan budaya, maupun bagian dari berbagai aktivitas ekonomi kreatif.
Pemerintah daerah menyambut baik inisiatif masyarakat tersebut. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Papua Barat juga terus mendorong pengembangan pariwisata yang melibatkan masyarakat serta penguatan kapasitas pelaku pariwisata.
Ke depan, Amban Beach Fest diharapkan dapat dilaksanakan secara konsisten sehingga berpeluang berkembang menjadi salah satu agenda wisata yang dikenal lebih luas.
Dengan kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, komunitas, pelaku usaha dan berbagai pihak lainnya, Pantai Amban diharapkan tidak hanya dikenal karena keindahan alamnya, tetapi juga karena mampu menghadirkan kegiatan wisata yang memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.
Amban Fest pun menjadi salah satu contoh bahwa pengembangan pariwisata tidak harus selalu dimulai dari pembangunan besar.
Dari masyarakat, budaya, laut dan kreativitas lokal, sebuah kawasan dapat dikembangkan menjadi ruang wisata yang memiliki nilai ekonomi sekaligus menjaga identitas dan lingkungan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....