Amban Beach Fest 2026 Dorong Wisata dan UMKM Pesisir Manokwari

  • 27 Jul 2026 13:50 WIB
  •  Manokwari

RRI. CO. ID, Manokwari - Amban Beach Fest 2026 dipastikan akan digelar pada 24 hingga 29 Agustus 2026 di kawasan Pantai Amban, Kabupaten Manokwari. Festival tersebut disiapkan sebagai agenda tahunan untuk menggerakkan sektor pariwisata, memperkuat ekonomi masyarakat pesisir, sekaligus mempromosikan potensi wisata Pantai Amban.

Ketua Yayasan Anak Air Pulau Papua (YAAPP), Yan Rumbewas, mengatakan penyelenggaraan Amban Beach Fest tidak semata-mata berorientasi pada perlombaan maupun hadiah. Menurutnya, kegiatan tersebut lebih difokuskan untuk menciptakan daya tarik wisata yang mampu meningkatkan kunjungan masyarakat dan berdampak langsung terhadap perkembangan UMKM.

"Kami tidak terlalu mengutamakan hadiahnya atau pertandingannya. Ini kami buat sebagai event yang bisa menarik pengunjung datang sehingga tujuan utamanya adalah pengembangan UMKM di wilayah kami," kata Yan saat rapat koordinasi kemitraan penyelenggaraan Amban Beach Fest di Manokwari, Minggu, 26 Juli 2026.

Ia menjelaskan, saat ini terdapat sekitar tujuh kafe yang masih aktif di sepanjang Pantai Amban. Melalui festival tersebut, masyarakat diharapkan semakin menyadari besarnya potensi wisata yang dimiliki sehingga terdorong mengembangkan usaha yang dapat meningkatkan pendapatan keluarga.

Selama enam hari pelaksanaan festival, panitia akan membuka Pasar Pantai atau pasar rakyat yang beroperasi sejak pagi hingga pukul 22.00 WIT. Pasar tersebut menjadi ruang bagi pelaku UMKM di sekitar Pantai Amban untuk memasarkan berbagai produk kuliner, kerajinan, maupun hasil usaha lainnya.

Selain itu, setiap malam akan digelar panggung hiburan dengan nuansa etnik melalui penampilan musik akustik daerah. Panitia juga membuka kesempatan bagi instansi pemerintah untuk mengisi kegiatan sosialisasi kepada masyarakat, seperti edukasi bahaya narkoba, pencegahan HIV/AIDS, hingga kampanye pelestarian lingkungan melalui pemutaran film bertema lingkungan.

Puncak festival berlangsung pada 28-29 Agustus melalui lomba dayung tradisional dengan lintasan sekitar lima hingga enam kilometer. Perlombaan sengaja dibagi menjadi dua hari agar aktivitas pasar rakyat tetap berlangsung sekaligus memberi kesempatan lebih luas bagi masyarakat menikmati seluruh rangkaian kegiatan.

Hingga saat ini, panitia mencatat sebanyak 58 tim putra dan 28 tim putri telah mendaftar mengikuti lomba dayung. Setiap tim terdiri atas dua orang sehingga kehadiran peserta beserta keluarga diharapkan mampu meningkatkan jumlah kunjungan ke Pantai Amban.

Selain lomba dayung, Amban Beach Fest juga menghadirkan lomba tombak kelapa secara tradisional, tarik tambang laut menggunakan dua perahu nelayan, serta pelatihan dan simulasi penyelamatan korban di laut yang akan dipandu oleh Palang Merah Indonesia (PMI).

Yan menambahkan, konsep Amban Beach Fest tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi langkah awal mendorong lahirnya kawasan wisata berbasis masyarakat di Pantai Amban. Ia berharap kegiatan ini dapat membuka peluang usaha baru bagi warga sehingga manfaat ekonomi dari sektor pariwisata dapat dirasakan secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....