Misteri Keindahan Gunung Botak Magnet Wisata di Manokwari Selatan
- 24 Jul 2026 20:29 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari - Siapapun dalam perjalanan darat menggunakan kendaraan roda empat maupun roda dua ke kabupaten Teluk Bintuni, akan melewati gunung botak. Pertanyaan timbul di dalam hati, mengapa masyarakat setempat memberikan nama “gunung botak”?
Memang secara kasatmata, sejauh mata memandang saat menyusuri wilayah di teluk kabupaten Manokwari Selatan, berdiri deretan gunung tanpa ditumbuhi pohon. Walaupun memberi kesan hijau pada bola mata, gunung botak hanya ditumbuhi alang-alang setinggi 10 centimeter. Sehingga nuansa yang tergambar dan dirasakan wisatawan, wilayah itu gersang.
“Disini sering terjadi kebakaran bapa saat musim kemarau seperti saat ini karena alang-alang disini mudah terbakar” kata salah satu warga Manokwari yang sering melintasi gunung botak dengan dialek Papua.
Selang satu hari dari kabupaten Teluk Bintuni Sabtu 18 Juli 2026 siang hari, si jago merah ternyata tengah melahap alang-alang gunung botak. Tak ada pemadam kebakaran maupun masyarakat sekitar yang peduli memadamkan api. Lokasi yang curam, membuat api semakin melahap mulai dari kaki hingga puncak gunung.

Walaupun gunung botak hanya tumbuh alang-alang, namun wilayah itu dalam pengawasan Kementerian Kehutanan Republik Indonesia. Pos pemantauan dan pengawasan yang terbuat dari kayu sering menjadi media setiap wisatawan untuk mengabadikan keindahan alam provinsi Papua Barat.
Kalau melakukan perjalanan wisata ke provinsi Papua Barat, jangan lupa dimasukkan dalam agenda berwisata di gunung botak. Dari ibu kota Manokwari kurang lebih empat jam hanya menggunakan mobil.(JA).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....