Kampung Kwau Surga Birdwatching Papua Barat yang Mendunia
- 24 Jul 2026 17:54 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID,Manokwari: Kampung Kwau merupakan sebuah kampung yang berada di Distrik Mokwam (wilayah administrasi Kabupaten Manokwari), Provinsi Papua Barat. Kampung ini terletak di kawasan Pegunungan Arfak pada ketinggian sekitar 1.000–2.000 meter di atas permukaan laut, sehingga memiliki udara yang sejuk, hutan pegunungan yang masih alami, serta keanekaragaman hayati yang sangat tinggi. Berkat kekayaan alamnya.
Kampung Kwau dikenal sebagai salah satu lokasi birdwatching (pengamatan burung) terbaik di Indonesia bahkan dunia. Informasi ini dipublikasikan oleh Kementerian Pariwisata melalui Jejaring Desa Wisata (JADESTA) dan Dinas Pariwisata Kabupaten Manokwari.
Daya tarik utama Kampung Kwau adalah keberadaan berbagai jenis burung endemik Papua, terutama burung cenderawasih. Wisatawan dapat menyaksikan secara langsung atraksi kawin Western Parotia (Parotia sefilata) yang terkenal dengan tarian uniknya.
Selain itu terdapat pula Magnificent Bird-of-Paradise (Cicinnurus magnificus), Vogelkop Bowerbird (Amblyornis inornatus) atau Burung Pintar, Arfak Astrapia, hingga Black Sicklebill yang hidup di kawasan hutan Pegunungan Arfak. Keberadaan spesies-spesies tersebut menjadikan Kampung Kwau sebagai tujuan favorit fotografer satwa liar dan peneliti dari berbagai negara.
Pengembangan wisata di Kampung Kwau dilakukan dengan konsep community-based tourism, yaitu masyarakat lokal menjadi pelaku utama dalam pengelolaan homestay, jasa pemandu wisata, hingga pelestarian hutan. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan pendapatan masyarakat, tetapi juga mendorong warga untuk menjaga kelestarian alam sebagai aset utama pariwisata.
Pemerintah Kabupaten Manokwari juga menetapkan Kampung Kwau sebagai destinasi wisata berbasis komunitas untuk mendukung pembangunan ekonomi berkelanjutan.
Kampung Kwau telah memperoleh berbagai penghargaan nasional. Pada Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023, Kampung Kwau berhasil meraih Juara III Kategori Desa Wisata Berkembang.
Selain itu, kampung ini juga memperoleh Rekor MURI sebagai desa wisata pertama yang memiliki habitat Burung Penari (Western Parotia). Prestasi tersebut semakin memperkuat posisi Kampung Kwau sebagai salah satu ikon wisata alam Papua Barat.
Selain birdwatching, wisatawan dapat menikmati trekking di kawasan hutan Pegunungan Arfak, mengunjungi menara pandang burung, melihat berbagai jenis anggrek dan bunga rhododendron, serta menginap di homestay milik masyarakat setempat.
Akses menuju Kampung Kwau juga semakin baik karena sebagian besar jalan telah diaspal dan dapat dilalui kendaraan berpenggerak empat roda. Pemandu lokal yang berpengalaman turut mendampingi wisatawan agar memperoleh pengalaman terbaik selama mengamati satwa liar.
Keberhasilan Kampung Kwau sebagai destinasi ekowisata tidak terlepas dari keterlibatan masyarakat adat Arfak dalam menjaga kawasan hutan. Penelitian ilmiah menunjukkan bahwa masyarakat, termasuk kaum perempuan, berperan aktif dalam kegiatan konservasi, pelayanan wisata, serta mempertahankan pengetahuan lokal mengenai pengelolaan sumber daya alam.
Model pengelolaan ini menjadi contoh penerapan ekowisata yang seimbang antara pelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, Pemerintah Provinsi Papua Barat menetapkan Kampung Kwau sebagai kampung wisata dan terus mendorong pengembangan fasilitas seperti jaringan internet, homestay, serta infrastruktur pendukung lainnya.
Langkah ini dilakukan agar Kampung Kwau dapat berkembang menjadi ikon baru pariwisata Papua Barat yang dikenal di tingkat nasional maupun internasional, tanpa mengabaikan prinsip pelestarian budaya dan lingkungan
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....