Mengenal Taptu, Tradisi Malam Menjelang 17 Agustus
- 14 Agt 2026 18:06 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari- Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia setiap 17 Agustus, berbagai daerah di Indonesia memiliki tradisi untuk menyambut datangnya hari bersejarah tersebut. Salah satunya adalah Taptu, yang biasanya dilaksanakan pada malam 16 Agustus.
Taptu merupakan singkatan dari Penetapan Waktu dan dikenal sebagai salah satu tradisi kemiliteran yang dilakukan menjelang peringatan Hari Kemerdekaan. Dalam pelaksanaannya, Taptu umumnya dirangkaikan dengan pawai obor. Peserta berjalan beriringan membawa obor sebagai simbol semangat perjuangan dan nasionalisme. (Biro Umum dan Administrasi Pimpinan)
Meski memiliki makna yang sama, pelaksanaan Taptu dapat berbeda-beda di setiap daerah. Tidak ada satu bentuk acara yang benar-benar sama untuk seluruh Indonesia. Pemerintah daerah biasanya menyesuaikan rangkaian kegiatan dengan kondisi, tradisi dan ketentuan masing-masing daerah.
Di sejumlah daerah, Taptu diawali dengan upacara, laporan kepada inspektur upacara, penyalaan obor secara simbolis, kemudian dilanjutkan dengan pawai obor. Batam, misalnya, melaksanakan Taptu dan pawai obor sebagai salah satu rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan. (Media Center)
Sementara itu, daerah lain dapat menambahkan kegiatan berbeda. Di Sukabumi, rangkaian Taptu pada 2025 meliputi menyanyikan lagu Taptu, doa bersama, penyalaan obor, pawai obor, hingga kegiatan penghormatan kepada para pahlawan. (KDP Sukabumi Kota)
Di daerah lainnya, Taptu juga dapat dirangkaikan dengan Apel Kehormatan dan Renungan Suci. Dalam petunjuk pelaksanaan kegiatan HUT RI Kabupaten Karo, misalnya, pawai obor dilaksanakan pada 16 Agustus dan dilanjutkan dengan Apel Kehormatan atau Renungan Suci pada malam harinya. (Kecamatan Karo)
Peserta Taptu pun dapat berbeda-beda. Dalam pelaksanaannya, kegiatan dapat melibatkan unsur TNI, Polri, ASN, Pramuka, pelajar, mahasiswa, organisasi masyarakat dan masyarakat umum. Di Papua, misalnya, Taptu dan pawai obor pada 2025 diikuti oleh unsur TNI-Polri, ASN, Pramuka, mahasiswa dan pelajar. (Biro Umum dan Administrasi Pimpinan)
Walaupun bentuk pelaksanaannya berbeda, Taptu memiliki pesan yang sama, yaitu mengenang perjuangan para pahlawan dan membangkitkan semangat nasionalisme. Cahaya obor yang dibawa dalam pawai menjadi simbol api perjuangan yang diharapkan terus menyala dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Taptu juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk berkumpul dan merasakan suasana kebersamaan menjelang 17 Agustus. Kegiatan ini mengingatkan bahwa kemerdekaan bukan sekadar perayaan, tetapi juga momentum untuk menghargai jasa para pahlawan dan mengisi kemerdekaan dengan hal-hal yang bermanfaat.
Jadi, jika menjelang 17 Agustus kita melihat pawai obor atau mendengar kegiatan Taptu di suatu daerah, jangan heran jika rangkaiannya berbeda dengan daerah lainnya. Setiap daerah dapat memiliki cara tersendiri dalam menyemarakkan tradisi tersebut, tetapi semangat yang dibawa tetap sama: mengenang perjuangan, menjaga persatuan dan menyalakan semangat kemerdekaan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....