Tahun Baru Islam, Momentum Refleksi dan Memperkuat Keimanan

  • 16 Jun 2026 08:16 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari – Berdasarkan penjelasan lembaga kemanusiaan Islam internasional Islamic Relief, kalender Islam atau kalender Hijriah merupakan kalender lunar yang didasarkan pada peredaran bulan mengelilingi Bumi. Sistem ini berbeda dengan kalender Gregorian yang menggunakan peredaran Bumi mengelilingi Matahari sebagai dasar perhitungan waktu.

Menurut Islamic Relief, kalender Hijriah juga dikenal sebagai kalender Islam karena perhitungannya dimulai dari peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah pada tahun 622 Masehi. Peristiwa tersebut menjadi tonggak penting dalam sejarah Islam karena menandai berdirinya komunitas dan pemerintahan Islam pertama di Madinah.

Penetapan Hijrah sebagai awal penanggalan Islam dilakukan pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab RA. Sejak saat itu, kalender Hijriah digunakan sebagai acuan berbagai peristiwa keagamaan dan sosial umat Islam di seluruh dunia.

Berdasarkan perhitungan kalender Hijriah, 1 Muharram 1448 Hijriah jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026, meskipun penetapan resminya tetap bergantung pada hasil rukyatul hilal atau pengamatan bulan sabit. Dalam tradisi Islam, pergantian hari dimulai sejak matahari terbenam. Karena itu, Tahun Baru Islam secara teknis dimulai sejak matahari terbenam pada 15 Juni hingga matahari terbenam pada 16 Juni 2026.

Menurut para ulama, Tahun Baru Islam tidak memiliki ibadah khusus yang diwajibkan. Namun momen ini sering dimanfaatkan umat Muslim untuk melakukan refleksi diri dan mengevaluasi perjalanan kehidupan selama satu tahun terakhir. Semangat tersebut sejalan dengan makna hijrah yang tidak hanya dipahami sebagai perpindahan tempat, tetapi juga perubahan menuju kehidupan yang lebih baik.

Islamic Relief menjelaskan bahwa Muharram termasuk salah satu dari empat bulan suci dalam Islam yang dimuliakan oleh Allah SWT. Pada bulan ini, umat Islam dianjurkan memperbanyak amal saleh seperti bersedekah, membaca Al-Qur'an, melaksanakan salat sunnah, berpuasa, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama.

Selain menjadi momentum ibadah, Tahun Baru Islam juga menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan kekeluargaan dan silaturahmi. Di berbagai negara Muslim, momen ini diperingati sebagai hari libur nasional yang dimanfaatkan masyarakat untuk berkumpul bersama keluarga dan kerabat.

Pergantian tahun Hijriah juga menjadi waktu yang tepat untuk merenungkan berbagai keputusan yang telah diambil, amal kebaikan yang telah dilakukan, serta kekurangan yang perlu diperbaiki. Refleksi tersebut diharapkan dapat menjadi landasan untuk meningkatkan kualitas diri dan memperkuat hubungan dengan Allah SWT.

Lebih jauh, Tahun Baru Islam mengingatkan umat Muslim pada perjuangan Nabi Muhammad SAW, keluarga, dan para sahabat dalam menyebarkan ajaran Islam. Berbagai pengorbanan yang mereka lakukan menjadi inspirasi bagi umat Islam untuk terus menjaga nilai-nilai keimanan, kejujuran, kesabaran, dan kepedulian sosial dalam kehidupan sehari-hari.

Karena itu, Tahun Baru Islam bukan sekadar pergantian angka dalam kalender. Momen ini menjadi kesempatan untuk mensyukuri nikmat Islam, memperbaiki diri, serta menata langkah menuju kehidupan yang lebih baik dan lebih dekat kepada Allah SWT.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....