Asprov PSSI Papua Barat Siapkan Stadion dan Format Liga 4

  • 25 Mar 2026 16:37 WIB
  •  Manokwari

RRI. CO. ID, Manokwari – Menjelang pelaksanaan Liga 4, Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Papua Barat terus mematangkan berbagai persiapan, mulai dari penentuan stadion hingga sistem kompetisi. Ketua Umum Asprov PSSI Papua Barat, Faisal Kelian, menyebut kesiapan tersebut dilakukan agar pelaksanaan liga berjalan sesuai standar yang ditetapkan PSSI.

Salah satu fokus utama adalah penentuan venue pertandingan di Kabupaten Manokwari. Dari hasil peninjauan, sejumlah stadion dinilai belum memenuhi syarat, sehingga Asprov akhirnya menetapkan Stadion Sanggeng sebagai lokasi utama pelaksanaan Liga 4.

Faisal menjelaskan, pihaknya telah melakukan peninjauan sejumlah stadion di Kabupaten Manokwari, termasuk fasilitas di Unipa Sport Center. Namun, stadion tersebut dinilai belum memenuhi standar karena tidak memiliki ruang ganti pemain serta bench untuk tim.

Sebagai solusi, Asprov PSSI Papua Barat menjalin kerja sama dengan Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Manokwari untuk menggunakan Stadion Sanggeng sebagai lokasi utama pertandingan. Stadion tersebut dinilai sebagai satu-satunya yang memenuhi kriteria dasar penyelenggaraan kompetisi di Papua Barat.

Selain fasilitas stadion, aspek keselamatan juga menjadi perhatian. Faisal menyebutkan bahwa sesuai regulasi PSSI, stadion harus berdekatan dengan fasilitas kesehatan. Untuk itu, Rumah Sakit Angkatan Laut dipilih sebagai rujukan utama apabila terjadi cedera serius selama pertandingan.

“Kami sudah siapkan langkah antisipasi, termasuk akses ke rumah sakit terdekat agar penanganan pemain yang cedera bisa cepat dilakukan,” ujarnya, Rabu, 25 Maret 2026.

Dalam hal keamanan, panitia pelaksana juga telah menyiapkan sistem pengamanan guna memastikan jalannya kompetisi berlangsung tertib dan lancar.

Terkait jumlah peserta, Faisal menyebutkan saat ini terdapat sembilan tim yang dipastikan ikut serta. Ia menegaskan bahwa jumlah tersebut masih dalam batas ideal penyelenggaraan Liga 4, yakni antara enam hingga sembilan tim.

Seluruh tim yang berpartisipasi, lanjutnya, telah memiliki legalitas klub sesuai regulasi PSSI. Nantinya, klub-klub tersebut juga akan diusulkan menjadi anggota resmi PSSI dalam kongres divisi yang direncanakan berlangsung pada Juni mendatang.

Sementara itu, untuk sistem pertandingan, Faisal mengatakan format kompetisi akan disesuaikan dengan jumlah peserta. Jika jumlah tim bertambah, kemungkinan akan dibagi ke dalam dua grup. Namun jika jumlah tim terbatas, sistem setengah kompetisi atau scudetto akan diterapkan agar semua tim dapat saling bertemu.

“Kalau timnya tujuh misalnya, kita pakai sistem scudetto supaya semua tim bisa bertanding dan penonton juga lebih puas menyaksikan pertandingan,” katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....