Penanganan KLB Campak Manokwari Berlanjut usai ORI

  • 07 Okt 2026 04:56 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari - Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari memastikan penanganan KLB campak tidak berhenti setelah pelaksanaan ORI Campak Rubella berakhir. Pemantauan kasus dan penguatan imunisasi tetap dilakukan untuk menjaga cakupan perlindungan anak. Hal ini disampaikan oleh Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari, Mince Wilil saat diwawancarai RRI Manokwari pada Selasa, 6 Oktober 2026.

Ia menyebut pemerintah daerah telah menetapkan status KLB campak melalui keputusan Bupati Manokwari.

Target cakupan imunisasi minimal 95 persen menjadi salah satu bagian penting dalam upaya pengendalian KLB. Dinas Kesehatan bersama seluruh pihak akan terus mendorong pencapaian target tersebut.

“Dengan SK penetapan kasus KLB yang dikeluarkan oleh Bapak Bupati, status kita KLB dan 95 persen harus kita keroyok bersama-sama. Ketika 95 persen tercapai, kasus juga harus nol,” kata Mince.

Menurutnya, apabila masih ditemukan kasus, petugas akan memberikan penanganan, termasuk pemberian vitamin A bagi pasien sesuai kebutuhan. Pemantauan selanjutnya dilakukan untuk memastikan tidak kembali muncul kasus baru.

Mince menjelaskan status KLB dapat dievaluasi apabila selama 30 hari tidak ditemukan kasus baru. Karena itu, surveilans tetap diperlukan setelah kegiatan imunisasi massal selesai.

Selain pemantauan kasus, petugas juga akan melakukan sweeping untuk menemukan anak yang belum memperoleh imunisasi. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mempertahankan cakupan imunisasi di masyarakat.

Mince berharap pengendalian KLB dapat dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan. Menurutnya, keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh tenaga kesehatan, tetapi juga dukungan orang tua, pemerintah dan seluruh unsur masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....