Reaksi usai Imunisasi Campak Dipantau Selama Pelaksanaan ORI
- 07 Okt 2026 04:58 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari - Pelaksanaan ORI Campak Rubella di Kabupaten Manokwari diikuti dengan pemantauan terhadap kemungkinan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi atau KIPI. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan setiap reaksi yang muncul setelah imunisasi dapat segera dilaporkan dan ditindaklanjuti.
Ketua KOMDA KIPI Papua Barat, dr. Maria CM Warwe, Sp.A, mengatakan orang tua telah diberikan informasi mengenai kondisi yang mungkin terjadi setelah anak menerima imunisasi. Informasi tersebut menjadi bagian dari upaya pemantauan selama program berlangsung.
Menurutnya, orang tua dapat melaporkan kondisi anak kepada kader atau petugas kesehatan apabila muncul keluhan setelah imunisasi. Pelaporan juga dapat dilakukan langsung kepada tenaga kesehatan di Puskesmas maupun rumah sakit.
“Setelah dilakukan imunisasi, ada kejadian-kejadian yang terjadi seperti ini, segera melapor ke kader atau petugas kesehatan atau langsung bisa berhubungan dengan petugas kesehatan, baik di Puskesmas atau di rumah sakit sehingga kita bisa memantau tindak lanjutnya,” ujar Maria, Selasa, 6 Oktober 2026.
Pemantauan diperlukan untuk mengetahui kondisi anak sekaligus menentukan tindakan yang perlu diberikan apabila terjadi KIPI. Dengan mekanisme pelaporan tersebut, petugas dapat melakukan tindak lanjut berdasarkan kondisi yang dialami anak.
Maria mengatakan cakupan imunisasi yang tinggi juga menjadi bagian penting dalam pengendalian campak. ORI ditargetkan mencapai cakupan minimal 95 persen agar perlindungan kelompok dapat terbentuk di masyarakat.
Menurutnya, semakin banyak anak yang mendapatkan imunisasi, semakin kuat pula perlindungan komunitas. Kondisi tersebut diharapkan dapat menekan risiko penularan campak di lingkungan masyarakat.
Maria mengingatkan imunisasi bukan hanya memberikan perlindungan dalam jangka pendek, tetapi juga menjadi investasi kesehatan anak. Imunisasi yang lengkap dapat membantu mengurangi risiko sakit sekaligus menekan kebutuhan biaya perawatan dan pengobatan.
Ia mengajak seluruh orang tua membawa anak sesuai kelompok usia untuk mendapatkan imunisasi.
“Harapannya semua orang tua mau untuk membawa anaknya untuk diimunisasi sesuai dengan usianya,” jelasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....