Nilai Tukar Petani Jadi Cermin Kesejahteraan Petani Papua Barat
- 06 Okt 2026 12:36 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari - Nilai Tukar Petani (NTP) menjadi salah satu indikator penting untuk melihat tingkat kesejahteraan petani, khususnya dalam kaitannya dengan kemampuan petani memenuhi kebutuhan rumah tangga maupun biaya produksi pertanian.
Hal tersebut dibahas dalam dialog kerja sama RRI Manokwari bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua Barat dengan topik “Nilai Tukar Petani: Cerita di Balik Kesejahteraan Petani”, menghadirkan Statistisi Ahli Muda BPS Provinsi Papua Barat, Putu Krishnanda Supriyatna, S.ST., M.Stat. dan Grasela Novita Trifosa, S.ST.
Dalam dialog tersebut dijelaskan bahwa NTP merupakan salah satu indikator yang digunakan untuk menggambarkan daya tukar atau daya beli petani terhadap barang dan jasa yang dikonsumsi rumah tangga maupun biaya yang diperlukan dalam proses produksi pertanian.
Putu Krishnanda Supriyatna menjelaskan, NTP tidak hanya berbicara mengenai harga hasil pertanian yang diterima petani, tetapi juga mempertimbangkan perubahan harga barang dan jasa yang harus dibayar petani.
“Artinya, ketika harga yang diterima petani mengalami peningkatan, belum tentu kesejahteraan petani otomatis meningkat. Hal tersebut juga harus dilihat dari perubahan harga yang harus dibayar petani, baik untuk kebutuhan konsumsi rumah tangga maupun biaya produksi,” jelasnya.
Menurutnya, NTP menjadi data penting bagi pemerintah dalam melihat perkembangan kondisi ekonomi rumah tangga petani. Data tersebut dapat menjadi salah satu bahan evaluasi dalam merumuskan kebijakan pembangunan sektor pertanian.
Sementara itu, Grasela Novita Trifosa mengatakan, kondisi kesejahteraan petani dipengaruhi oleh berbagai faktor. Selain harga komoditas pertanian, biaya produksi seperti pupuk, benih, pestisida, transportasi, serta kebutuhan rumah tangga juga turut menentukan kemampuan ekonomi petani.
Karena itu, pemantauan NTP secara berkala diperlukan untuk mengetahui bagaimana perkembangan daya beli petani dari waktu ke waktu.
“Data NTP dapat memberikan gambaran mengenai apakah perubahan harga yang diterima petani sebanding dengan perubahan harga yang harus mereka keluarkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dan produksi,” ujar Grasela.
Ia menambahkan, pemahaman masyarakat terhadap NTP juga penting agar angka statistik tidak hanya dipandang sebagai sebuah angka, tetapi dapat dipahami sebagai gambaran kondisi ekonomi petani di lapangan.
NTP dihitung berdasarkan perbandingan antara Indeks Harga yang Diterima Petani (It) dengan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib). Dengan demikian, perubahan NTP dapat memberikan gambaran mengenai perubahan daya beli petani.
Dalam dialog tersebut juga ditekankan bahwa peningkatan kesejahteraan petani tidak hanya bergantung pada peningkatan harga komoditas. Pengendalian biaya produksi, peningkatan produktivitas, akses terhadap pasar, serta dukungan kebijakan pemerintah menjadi bagian penting dalam meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani.
BPS Provinsi Papua Barat terus menyediakan data pertanian dan indikator ekonomi sebagai bahan informasi bagi pemerintah, pelaku usaha, akademisi maupun masyarakat dalam memahami kondisi sektor pertanian di Papua Barat.
Melalui data yang akurat dan berkelanjutan, diharapkan berbagai kebijakan pembangunan pertanian dapat semakin tepat sasaran serta memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan petani di Papua Barat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....