Penguatan TNI Harus Diimbangi Kompetensi dan Profesionalisme

  • 06 Okt 2026 09:23 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari: Penguatan Tentara Nasional Indonesia (TNI), baik melalui peningkatan kemampuan maupun modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista), harus diimbangi dengan peningkatan kompetensi, kesiapan, dan profesionalisme prajurit serta ASN TNI.

Hal tersebut disampaikan Kepala Staf Kodam (Kasdam) XVIII/Kasuari Brigjen TNI Dian Hardiana saat membacakan amanat Panglima TNI pada upacara peringatan HUT ke-81 TNI Tahun 2026 5 Oktober 2026 di lapangan upacara Makodam XVIII Kasuari Manokwari, Papua Barat. Ia menegaskan, semakin kuat dan modern kemampuan TNI, semakin besar pula tanggung jawab yang harus diemban dalam menjaga kedaulatan dan kepentingan bangsa.

“Semakin kuat TNI dan semakin modern kemampuannya, semakin besar dan kuat pula tanggung jawab yang harus kita pikul. Oleh karena itu, penguatan tersebut harus diimbangi dengan peningkatan kompetensi, kesiapan, dan profesionalisme sesuai bidang tugas masing-masing,” demikian amanat Panglima TNI yang dibacakan Brigjen TNI Dian Hardiana.

Menurutnya, seluruh sumber daya yang dipercayakan negara kepada TNI harus dikelola secara optimal, profesional, dan dapat dipertanggungjawabkan. Hal ini menjadi semakin penting di tengah perubahan lingkungan strategis, ketidakpastian global, serta dinamika ruang informasi dan kognitif yang terus berkembang.

Dalam amanat tersebut, prajurit dan ASN TNI diminta menjadikan PRIMA sebagai budaya dalam pengabdian, yakni Profesional, Responsif, Integratif, Modern, dan Adaptif. Profesional diwujudkan melalui penguasaan tugas dan tanggung jawab, latihan yang sungguh-sungguh dan realistis, peningkatan kompetensi, serta pelaksanaan tugas dengan taat hukum dan penuh integritas.

“Responsif berarti mampu membaca perubahan dan potensi ancaman sejak dini serta bertindak cepat, tepat, dan terukur ketika negara dan rakyat membutuhkan. Sementara integratif menekankan pentingnya membangun sinergi dengan seluruh komponen bangsa dalam menjaga stabilitas dan mengawal pembangunan,” Ucapnya.

Pada aspek modern, TNI dituntut menguasai alutsista dan teknologi sesuai tanggung jawabnya serta menggunakannya secara optimal dan terintegrasi untuk meningkatkan daya tangkal dan daya tempur. Sementara sikap adaptif diwujudkan dengan menjadikan pengalaman penugasan sebagai bahan pembelajaran, mengembangkan inovasi, serta menyesuaikan doktrin, pendidikan, pelatihan, dan kemampuan dengan perkembangan ancaman.

Kelima nilai tersebut diharapkan diterapkan secara konsisten sehingga PRIMA menjadi arah dalam pengembangan kemampuan TNI, baik dalam berpikir, bersikap maupun bertindak. Peringatan HUT ke-81 TNI menjadi momentum untuk memperteguh persatuan, menjaga kedaulatan, dan melindungi kekayaan bangsa demi mewujudkan Indonesia yang maju, adil, dan makmur.

Upacara peringatan HUT ke-81 TNI ditutup dengan ajakan untuk terus memperkuat pengabdian kepada bangsa dan negara melalui semangat “TNI PRIMA, TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.”

Upacara HUT TNI 2026 di lingkup Makodam di tutup dengan pemotongan Tumpeng.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....