Speedboat Mati Mesin di Asakauni, 17 Penumpang Selamat

  • 01 Okt 2026 08:07 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Bintuni - Tim SAR gabungan berhasil menemukan dan mengevakuasi 17 penumpang speedboat yang mengalami mati mesin di perairan Asakauni, Teluk Bintuni, Papua Barat, Rabu 30 September 2026. Seluruh penumpang berhasil ditemukan dalam kondisi selamat.

Speedboat tersebut sebelumnya berangkat dari Distrik Tomu menuju Teluk Bintuni sekitar pukul 15.00 WIT. Saat melintasi perairan Asakauni, kapal mengalami gangguan mesin berulang kali hingga terjadi kerusakan pada mesin dan sistem kemudi.

Hingga pukul 21.35 WIT, speedboat belum juga tiba di Teluk Bintuni sehingga kejadian tersebut kemudian dilaporkan kepada Pos SAR Teluk Bintuni. Menindaklanjuti laporan itu, Tim Rescue Pos SAR Teluk Bintuni bersama unsur SAR gabungan segera melakukan persiapan dan bergerak menuju lokasi.

Operasi pencarian melibatkan personel Pos SAR Teluk Bintuni, Polairud Teluk Bintuni, serta masyarakat dengan menggunakan sejumlah peralatan pendukung SAR laut. Setelah melakukan pencarian, tim akhirnya menemukan speedboat bersama seluruh penumpang yang berada di dalamnya.

Sebanyak 17 penumpang kemudian dievakuasi menuju lokasi aman dan dipastikan seluruhnya dalam keadaan selamat. Keberhasilan tersebut menjadi hasil dari respons cepat serta koordinasi antara berbagai unsur yang terlibat dalam operasi SAR.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Manokwari, Yefri Sabaruddin, S.P., M.A.P., menyampaikan apresiasi kepada personel Pos SAR Teluk Bintuni dan seluruh unsur SAR gabungan atas kesigapan dalam menangani laporan tersebut.

“Keberhasilan evakuasi ini merupakan hasil dari kesiapsiagaan dan kesigapan personel di lapangan serta kolaborasi seluruh unsur SAR gabungan. Yang paling utama, seluruh penumpang berhasil ditemukan dalam kondisi selamat,” ujar Yefri.

Ia mengingatkan masyarakat yang melakukan aktivitas pelayaran untuk memastikan kondisi kapal dan mesin dalam keadaan layak sebelum melakukan perjalanan. Kondisi cuaca juga perlu menjadi pertimbangan demi mengutamakan keselamatan selama berada di perairan.

“Kami mengingatkan masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan, membawa perlengkapan keselamatan yang memadai, dan tidak memaksakan perjalanan apabila kondisi kapal maupun cuaca tidak mendukung,” kata Yefri.

Kantor Pencarian dan Pertolongan Manokwari menyatakan akan terus meningkatkan kesiapsiagaan dalam merespons setiap laporan kondisi yang membahayakan manusia, khususnya di wilayah perairan Papua Barat. (rls/red)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....