Kabut Asap Kian Pekat, RSUD Bintuni Imbau Warga Waspada
- 29 Sep 2026 19:06 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Bintuni – Kabut asap yang semakin tebal menyelimuti Kabupaten Teluk Bintuni dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini diduga dipicu oleh kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Bomberay, Kabupaten Fakfak, yang menyebabkan kualitas udara di sejumlah wilayah menurun.
Direktur RSUD Teluk Bintuni, dr. Novita Panggau, Selasa, 29 September 2026 mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kesehatan akibat paparan kabut asap, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, dan penderita penyakit paru.
Menurut dr. Novita, hingga saat ini RSUD Teluk Bintuni belum mencatat adanya peningkatan signifikan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) maupun komplikasi penyakit paru. Namun, ia menilai masyarakat tetap perlu melakukan langkah pencegahan sejak dini.
“Kasus ISPA yang ringan umumnya dapat ditangani di puskesmas, sehingga kemungkinan peningkatan kasus lebih banyak terlihat di fasilitas kesehatan tingkat pertama. Namun untuk pasien dengan komplikasi, seperti penyakit paru obstruktif kronik yang kambuh, dalam satu minggu terakhir belum terlihat peningkatan yang signifikan di poli paru,” jelasnya.
Meski demikian, dr. Novita mengingatkan bahwa kabut asap dapat memicu kekambuhan pada penderita gangguan pernapasan. Karena itu, masyarakat yang memiliki riwayat penyakit paru diminta lebih berhati-hati dan tidak mengabaikan gejala yang muncul.
Ia menegaskan penggunaan masker medis menjadi salah satu langkah paling efektif untuk melindungi diri dari partikel asap. Menurutnya, masker kain kurang mampu menyaring partikel halus yang terkandung dalam kabut asap.
Selain menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, masyarakat juga disarankan membatasi aktivitas di luar rumah, memperbanyak konsumsi air putih, menjaga kondisi tubuh tetap sehat, serta rutin mengonsumsi obat bagi penderita penyakit kronis sesuai anjuran dokter.
Khusus bagi anak-anak, dr. Novita mendukung kebijakan belajar dari rumah yang telah diterapkan untuk siswa tingkat PAUD hingga sekolah dasar. Ia mengingatkan para orang tua agar memastikan anak-anak tetap berada di dalam rumah dan tidak bermain di luar saat kondisi udara masih tercemar asap.
“Kalau tidak ada keperluan mendesak, sebaiknya tetap berada di rumah. Orang tua juga perlu mengawasi anak-anak agar tidak bermain di luar karena risiko paparan asap masih cukup tinggi,” ujarnya.
Selain itu, masyarakat juga diminta mengurangi sumber polusi tambahan di lingkungan rumah, seperti merokok di dalam rumah, membakar sampah, maupun menggunakan obat nyamuk bakar yang dapat memperburuk kualitas udara di dalam ruangan.
RSUD Teluk Bintuni berharap masyarakat dapat meningkatkan kesadaran terhadap bahaya kabut asap dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gangguan pernapasan yang berkepanjangan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....