BPS Papua Barat Rayakan HSN lewat Aksi Sosial untuk Masyarakat

  • 22 Sep 2026 17:27 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari - Peringatan Hari Statistik Nasional (HSN) 2026 di Papua Barat diisi dengan berbagai kegiatan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Badan Pusat Statistik (BPS) Papua Barat bersama sejumlah instansi menggelar pangan murah, donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis, Selasa, 22 September 2026.

Kegiatan tersebut melibatkan Pemerintah Provinsi Papua Barat, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Palang Merah Indonesia (PMI), Rumah Sakit Bhayangkara Polda Papua Barat serta Puskesmas Sowi.

Kepala BPS Provinsi Papua Barat, Ir. Merry M.P. Darah, mengatakan rangkaian kegiatan tersebut merupakan bagian dari peringatan HSN yang diperingati setiap 26 September.

Menurut Merry, HSN bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan, tetapi menjadi momentum untuk merefleksikan peran data dan statistik dalam kehidupan masyarakat maupun pembangunan daerah.

Ia mengatakan, data yang akurat, mutakhir dan terpercaya menjadi pondasi dalam merumuskan berbagai kebijakan di tengah perubahan kondisi sosial dan ekonomi yang berlangsung cepat.

“Statistik berkualitas untuk Indonesia berdaulat, adil dan makmur,” menjadi tema HSN tahun ini yang sekaligus menjadi pesan untuk memperkuat kerja sama antarinstansi dalam penyediaan data.

Merry menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini mendukung kegiatan dan penyediaan informasi statistik di Papua Barat. Menurutnya, kualitas statistik tidak dapat diwujudkan BPS sendiri tanpa dukungan pemerintah, masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan.

Sementara itu, Staf Ahli Gubernur Papua Barat Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Nancy Titty Wyzer, yang mewakili Gubernur Papua Barat, mengatakan HSN menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran statistik masyarakat.

Nancy menilai kegiatan pangan murah, donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis menunjukkan bahwa peringatan HSN juga dapat diwujudkan melalui kegiatan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

“Data statistik hadir bukan hanya untuk angka semata, melainkan untuk memberi dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap momentum HSN dapat mendorong seluruh pihak semakin memahami pentingnya data sebagai dasar perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi pembangunan di Papua Barat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....