Joyful Praise and Dance Festival Perlengkapi Penari Gereja

  • 19 Sep 2026 20:31 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari - Tim Tari Gereja JKI Graha Imanuel Fanindi Bengkel Tan Manokwari menyelenggarakan Joyful Praise and Dance Festival 2026 pada 15-18 September 2026. Kegiatan tersebut menjadi ruang pembinaan dan apresiasi bagi penari gereja agar memahami makna serta fungsi tari dalam pelayanan.

Ketua Panitia Joyful Praise and Dance Festival 2026, Joel Chandra Sinubu, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya diarahkan sebagai ajang perlombaan. Para penari namun diharapkan memahami bahwa tarian dalam gereja memiliki makna dan dapat menjadi bagian dari pelayanan.

“Kami membuat kegiatan ini supaya setiap penari di gereja lokal masing-masing bukan hanya sekadar menari, tetapi benar-benar mengerti arti dan fungsi tarian,” kata Joel Chandra.

Ia menjelaskan, rangkaian kegiatan dimulai dengan seminar pada 15 September, kemudian festival atau perlombaan pada 17 September. Selanjutnya, puncak kegiatan berupa malam penganugerahan bagi peserta berlangsung pada 18 September 2026.

Joel Chandra mengatakan, terdapat enam peserta yang mengikuti festival tersebut. Peserta berasal dari lima gereja dan satu sekolah, yakni SMA Negeri 1 Manokwari.

Materi seminar membahas makna tarian profetik serta penggunaan berbagai properti dalam tari, seperti bunga, kipas, panji, dan properti lainnya. Materi tersebut disusun berdasarkan pengalaman tim tari JKI yang sebelumnya mengikuti pelatihan dan seminar tari di Jakarta.

“Kami rindu apa yang kami terima tidak hanya berhenti di kami, tetapi bisa dibagikan untuk memperlengkapi setiap penari di kota ini,” ujar Joel.

Menurut Joel Chandra, penyelenggara tidak menempatkan kegiatan tersebut semata-mata untuk mencari pemenang. Penganugerahan diberikan dalam bentuk apresiasi bagi penampilan terbaik.

“Kami tidak menyebutnya juara, tetapi lebih kepada apresiasi. Tujuan perlombaan ini bukan mencari siapa yang menang atau paling hebat, tetapi menyatukan penari untuk saling mengenal dan melengkapi,” ujarnya.

Ia berharap materi yang diberikan dapat diterapkan peserta di gereja masing-masing dan diteruskan kepada penari lainnya. Kegiatan serupa juga direncanakan berlanjut melalui kerja sama dengan jaringan penari se-Kota Manokwari untuk menggelar seminar tari profetik secara rutin serta mempersiapkan festival berikutnya.

Ia berharap kegiatan mendatang dapat melibatkan lebih banyak gereja dari berbagai denominasi di Manokwari. Semangat tersebut diarahkan untuk membangun ruang bagi para penari agar dapat saling mengenal, melengkapi, dan menopang dalam pelayanan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....