Lakotani Usung Olahraga Papua Barat Bangkit dan Berprestasi
- 18 Sep 2026 03:57 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari — Calon Ketua Umum KONI Papua Barat, Mohamad Lakotani, mengusung tagline “Olahraga Papua Barat Bangkit dan Berprestasi” dalam pemaparan visi dan misi pada Musyawarah Olahraga Provinsi Luar Biasa (Musorprovlub) KONI Papua Barat, Kamis 17 September 2026.
Lakotani menyampaikan visi untuk mewujudkan Papua Barat sebagai lumbung atlet berprestasi nasional yang berkarakter, modern, dan berkeadilan menuju Indonesia Emas 2045.
Menurutnya, kebangkitan olahraga Papua Barat tidak semata-mata diukur dari perolehan medali, tetapi juga dari proses pembinaan atlet yang terstruktur dan sistematis, sekaligus menjadi bagian dari upaya mengangkat jati diri masyarakat Papua Barat, khususnya Orang Asli Papua.
“Kebangkitan olahraga Papua Barat bukan sekadar tentang perolehan medali, tetapi bagaimana kita membangun pembinaan yang terstruktur, sistematis, dan berkelanjutan, sekaligus mengangkat jati diri masyarakat Papua Barat, khususnya Orang Asli Papua,” ujar Lakotani.
Dalam pemaparan tersebut, Lakotani menawarkan sejumlah agenda yang terangkum dalam program Sapta Bangkit dan tujuh misi prestasi, mulai dari pembenahan tata kelola organisasi, pembinaan usia dini dan talenta OAP, peningkatan prestasi, pembangunan infrastruktur, hingga penguatan ekosistem olahraga.
Ia juga menekankan pentingnya pencarian bakat atlet hingga ke kampung, wilayah pesisir, dan pegunungan melalui program Papua Barat Talent Scouting serta pengembangan pembinaan berjenjang melalui PPLP, PPLM, pelatihan daerah, pelatihan nasional, dan dukungan beasiswa bagi atlet OAP berprestasi.
Untuk menghadapi PON 2028 di NTB dan NTT, Lakotani menargetkan persiapan kontingen dilakukan secara lebih matang dengan fokus pada sejumlah cabang olahraga unggulan Papua Barat, seperti atletik, dayung, tinju, gulat, karate, sepak bola, angkat besi, angkat berat, dan cabang olahraga potensial lainnya.
“Kita ingin mempersiapkan kontingen Papua Barat secara matang menuju PON 2028. Target prestasi harus dibangun melalui pembinaan sejak dini, pelatih yang berkualitas, serta dukungan yang terukur dan berkelanjutan,” katanya.
Lakotani juga menawarkan program KONI Go to Kampung, yang diarahkan untuk menjaring bibit atlet berusia 10 hingga 15 tahun di seluruh wilayah Papua Barat. Program tersebut akan dilaksanakan dengan melibatkan pemerintah daerah, cabang olahraga, serta pemangku kepentingan lainnya.
Di bidang tata kelola, ia berkomitmen mendorong KONI Papua Barat menjadi organisasi yang profesional, transparan, akuntabel, dan solid melalui digitalisasi manajemen, audit keuangan secara berkala dan terbuka, serta penguatan koordinasi dengan KONI kabupaten, pemerintah, TNI-Polri, BUMN, dan pihak swasta.
Sementara itu, melalui program 100 hari kerja, Lakotani menyiapkan agenda konsolidasi dan rapat kerja bersama pengurus provinsi cabang olahraga dan KONI kabupaten, serta pendataan ulang aset olahraga yang mencakup atlet, prestasi, dan infrastruktur di seluruh wilayah Papua Barat.
Penguatan kompetisi antarpelajar, mahasiswa, dan antarkabupaten juga menjadi bagian dari program yang ditawarkan, termasuk pengembangan sport tourism, lomba lari, senam, dayung di Teluk Doreri, serta program sponsorship berkelanjutan melalui pola “Bapak Angkat” bagi atlet berprestasi.
Lakotani menegaskan, pembangunan olahraga Papua Barat harus dilakukan secara inklusif dengan mengedepankan sportivitas dan persatuan tanpa membedakan suku, agama, ras, maupun golongan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....