Menanam Diharapkan Menjadi Budaya Masyarakat Papua Barat
- 14 Sep 2026 12:54 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari - Kebiasaan menanam dan merawat pohon diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan sesaat, tetapi berkembang menjadi budaya yang diwariskan antargenerasi. Kesadaran tersebut dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan hutan dan lingkungan di Papua Barat.
Kepala Balai Pembenihan dan Pengembangan Tanaman Hutan (BP2TH) Papua Barat, Jeffry C. Angkotta, mengatakan keberlanjutan program penanaman sangat bergantung pada keterlibatan masyarakat.
Ia menilai masyarakat perlu dilibatkan sejak proses pembibitan, penanaman hingga pemeliharaan. Keterlibatan langsung diharapkan membuat masyarakat memiliki rasa tanggung jawab terhadap tanaman yang telah dikembangkan.
“Jadi setelah ditanam, mereka bisa jaga, mereka bisa rawat dan nanti hasilnya akan kembali kepada mereka,” katanya pada Senin, 14 September 2026.
Menurutnya, tantangan yang lebih besar bukan hanya memastikan bibit tumbuh, tetapi bagaimana membangun kebiasaan masyarakat agar terus menanam dan menjaga alam tanpa harus selalu menunggu program pemerintah.
Jeffry mengatakan jika menanam dan merawat pohon telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, upaya pelestarian hutan dapat berlangsung secara berkelanjutan. Masyarakat juga akan memahami bahwa keberadaan hutan memberikan manfaat langsung bagi kehidupan mereka.
Ia mengharapkan kawasan yang ditanami dapat berkembang menjadi hamparan pepohonan yang lebat dan membentuk kembali fungsi ekologis hutan. Kondisi tersebut diyakini dapat membantu masyarakat menghadapi berbagai perubahan kondisi lingkungan.
Karena itu, Jeffry mengajak masyarakat Papua Barat untuk membangun kepedulian terhadap alam melalui tindakan sederhana, termasuk menanam, merawat dan melindungi pohon. Menurutnya, hutan yang dijaga hari ini akan memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat pada masa mendatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....