Kualitas Udara Manokwari Masih Relatif Baik

  • 10 Sep 2026 08:11 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari - Kualitas udara di Kabupaten Manokwari secara umum masih berada dalam kategori baik. Namun demikian, masyarakat tetap perlu meningkatkan kepedulian terhadap berbagai sumber pencemaran udara yang berpotensi mengganggu kesehatan dan lingkungan.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran, Pengelolaan Keanekaragaman Hayati dan Pengaduan Lingkungan (P3KHPL) Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Kabupaten Manokwari, Yohanes Ada Lebang, SP., M.Si, dalam Dialog Interaktif Pro 1 RRI Manokwari, Rabu, 9 September 2026.

Menurut Yohanes, kualitas udara menjadi salah satu indikator penting yang menentukan kualitas lingkungan hidup dan kesehatan masyarakat. Meski Manokwari masih didukung oleh kawasan hutan yang cukup luas, ancaman pencemaran udara tetap perlu mendapat perhatian.

"Kualitas udara yang baik harus terus dijaga bersama karena berkaitan langsung dengan kesehatan masyarakat, terutama anak-anak, lansia, dan kelompok rentan lainnya," ujarnya.

Ia menjelaskan, beberapa faktor yang dapat memengaruhi kualitas udara antara lain emisi kendaraan bermotor, aktivitas pembakaran sampah, kebakaran lahan, serta debu dari aktivitas pembangunan. Dalam beberapa waktu terakhir, masyarakat juga sempat mengeluhkan asap yang berasal dari kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Sowi yang terbawa angin hingga ke sejumlah wilayah di Kota Manokwari. Kondisi serupa juga pernah menjadi perhatian dalam berbagai diskusi kesehatan masyarakat karena dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan.

Yohanes mengatakan, paparan asap dalam jangka waktu tertentu dapat memicu iritasi mata, batuk, sesak napas hingga meningkatkan risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), terutama bagi masyarakat yang memiliki riwayat penyakit pernapasan.

Karena itu, masyarakat diimbau menggunakan masker saat kualitas udara menurun atau ketika terdapat paparan asap yang cukup pekat, serta mengurangi aktivitas luar ruangan apabila kondisi udara dinilai kurang sehat.

Selain itu, ia menegaskan bahwa kebiasaan membakar sampah rumah tangga masih menjadi salah satu penyumbang pencemaran udara yang perlu dikurangi. Menurutnya, pengelolaan sampah yang baik merupakan langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat untuk menjaga kualitas lingkungan.

Dalam dialog tersebut, Yohanes juga mengajak masyarakat untuk lebih aktif berpartisipasi dalam menjaga lingkungan melalui penghijauan, pengurangan pembakaran terbuka, dan pelaporan apabila menemukan aktivitas yang berpotensi mencemari lingkungan.

Berdasarkan prediksi kualitas udara wilayah Papua Barat, konsentrasi partikulat PM2.5 di Manokwari pada sampai dengan 9 September 2026 diperkirakan masih berada dalam kategori baik. Meski demikian, pengawasan dan upaya pencegahan tetap diperlukan untuk menjaga kualitas udara tetap sehat bagi masyarakat.

Yohanes berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya udara bersih terus meningkat, sehingga Manokwari dapat tetap menjadi daerah yang nyaman dan sehat untuk dihuni.

Sumber: Dialog Interaktif Pro 1 RRI Manokwari bersama DLHP Kabupaten Manokwari.

Editor: RRI Manokwari

#KualitasUdara, #DLHPManokwari, #LingkunganHidup, #PencemaranUdara, #RRIManokwari,

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....