OJK Papua Barat Dorong Mahasiswa UNIPA Cermat Hadapi Risiko Keuangan
- 30 Agt 2026 15:57 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari - Mahasiswa sebagai kelompok generasi muda perlu memiliki kemampuan mengenali risiko dalam menggunakan produk dan layanan jasa keuangan. Upaya memperkuat pemahaman tersebut menjadi perhatian Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Papua Barat dan Papua Barat Daya melalui edukasi kepada mahasiswa Universitas Papua.
Manajer Madya OJK Papua Barat dan Papua Barat Daya, Stella Matitaputty, mengatakan literasi keuangan tidak hanya dibutuhkan oleh pengguna produk jasa keuangan, tetapi juga masyarakat secara umum. Menurutnya, perkembangan layanan keuangan digital membuat setiap orang berpotensi menghadapi risiko kerugian.
Stella menjelaskan, OJK memiliki tugas dalam mengatur dan mengawasi sektor jasa keuangan sekaligus memberikan perlindungan kepada konsumen dan masyarakat. Ia menekankan adanya perbedaan antara konsumen sebagai pengguna layanan dan masyarakat yang tetap membutuhkan edukasi agar terhindar dari berbagai bentuk penipuan.
| Baca juga: Lakotani Siap Benahi KONI Papua Barat |
“Tidak semua orang menjadi konsumen, tetapi semua masyarakat Indonesia berpotensi mengalami kerugian,” jelas Stella, Jumat, 28 Agustus 2026.
Menurut Stella, pemahaman tersebut penting ditanamkan sejak mahasiswa karena mereka akan berhadapan dengan berbagai pilihan layanan keuangan, mulai dari perbankan, investasi hingga transaksi berbasis digital. Pengetahuan yang memadai dinilai dapat membantu mahasiswa mengambil keputusan keuangan secara lebih hati-hati.
Dalam kegiatan itu, Stella turut menjelaskan mekanisme penanganan persoalan nasabah melalui koordinasi OJK dengan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Pengaduan yang disampaikan nasabah kepada OJK dapat ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan LPS sesuai kewenangan masing-masing lembaga.
“Kalau dia mengadu ke OJK karena dia nasabah, kemudian nanti OJK dan LPS melakukan koordinasi. Makanya literasi keuangan itu bagian dari perlindungan konsumen,” ujarnya.
Selain memberikan edukasi mengenai perlindungan konsumen, Stella mengingatkan mahasiswa untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap praktik fraud, terutama di tengah pesatnya perkembangan teknologi finansial. Ia juga mendorong mahasiswa, khususnya bidang akuntansi, menjadikan isu perlindungan konsumen, perilaku masyarakat dan risiko penipuan sebagai bahan penelitian akademik.
Stella juga membagikan pengalaman perjalanan kariernya untuk memotivasi mahasiswa agar aktif memanfaatkan setiap kesempatan pengembangan diri. Ia mendorong mahasiswa tidak menjadikan keuntungan materi sebagai satu-satunya ukuran, tetapi juga membangun pengalaman, kemampuan dan relasi yang dapat menjadi bekal memasuki dunia kerja.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....