Dibalik Tembok LPKA Manokwari, Harapan Pendidikan Tetap Menyala
- 22 Agt 2026 22:43 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari - Di balik tembok Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Manokwari, lembaran baru pendidikan kembali dibuka.Jumat (21/8/2026), suasana di Aula LPKA Manokwari tampak berbeda. Anak-anak binaan berkumpul bersama dua guru dari Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Penabur. Mereka tidak hanya mengikuti kegiatan administrasi, tetapi juga mempersiapkan diri untuk kembali duduk di bangku belajar pada semester yang baru.
Di tempat itu, kontrak belajar menjadi awal dari sebuah kesepakatan. Anak Binaan diajak memahami aturan, tanggung jawab, serta pentingnya disiplin dalam mengikuti setiap proses pembelajaran.
Bagi mereka, pendidikan bukan sekadar kegiatan mengisi waktu. Pendidikan menjadi bagian dari proses untuk memperbaiki diri dan menyiapkan langkah ketika suatu hari kembali ke tengah masyarakat.
Kepala Seksi Pembinaan LPKA Manokwari, Penina Edoway, mengatakan kontrak belajar diharapkan dapat menumbuhkan komitmen Anak Binaan untuk menjalani pendidikan dengan sungguh-sungguh.
“Kontrak belajar ini menjadi langkah awal untuk menyamakan pemahaman antara Anak Binaan, LPKA, dan PKBM Penabur sebelum proses belajar mengajar dimulai. Kami berharap Anak Binaan mengikuti pembelajaran dengan disiplin, bertanggung jawab, dan sungguh-sungguh sehingga pendidikan menjadi bagian penting dalam proses pembinaan mereka,” ujarnya.
Selain menyepakati aturan belajar, para Anak Binaan juga mengikuti pendataan administrasi. Data siswa diperbarui sebagai bagian dari persiapan agar proses pembelajaran semester baru dapat berjalan dengan baik.
Guru PKBM Penabur, Ariellia Prilly Astari, melihat pendataan dan kontrak belajar sebagai bagian penting dalam membangun kesiapan peserta didik.
“Melalui kontrak belajar dan pendataan administrasi ini, kami dapat mempersiapkan proses pembelajaran semester baru dengan lebih baik. Kami berharap Anak Binaan mengikuti pembelajaran dengan semangat dan komitmen sehingga proses pendidikan tetap berjalan secara optimal selama berada di LPKA,” katanya.
Ada pesan sederhana di balik kegiatan tersebut: bahwa kesempatan untuk belajar tidak berhenti hanya karena seseorang sedang menjalani pembinaan. Di LPKA Manokwari, buku dan pelajaran menjadi jembatan menuju masa depan. Setiap aturan yang disepakati, setiap data yang dicatat, dan setiap pelajaran yang nantinya diikuti menjadi bagian dari perjalanan Anak Binaan untuk menata kembali kehidupan mereka.
Sinergi LPKA Manokwari dan PKBM Penabur pun diharapkan tidak hanya memastikan hak pendidikan tetap terpenuhi, tetapi juga menumbuhkan keyakinan bahwa masa depan masih bisa diperjuangkan.
Sebab, di balik proses pembinaan, selalu ada harapan: ketika waktunya tiba, mereka dapat kembali ke masyarakat dengan bekal pendidikan, keterampilan, dan semangat untuk memulai kehidupan yang lebih baik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....