Ekonomi Papua Barat dan Papua Barat Daya Triwulan II 2026 Tetap Tumbuh

  • 21 Agt 2026 18:02 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari - Perekonomian Papua Barat dan Papua Barat Daya pada triwulan II tahun 2026 tetap menunjukkan pertumbuhan, meskipun kualitas pertumbuhan dan pemerataan antar sektor masih menjadi perhatian.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya, Budi Rahman, mengatakan pertumbuhan ekonomi di kedua provinsi perlu terus diperkuat agar tidak hanya bertumpu pada sektor tertentu, tetapi mampu memberikan dampak yang lebih luas terhadap masyarakat.

“Secara umum, ekonomi Papua Barat dan Papua Barat Daya tetap tumbuh, namun kualitas dan pemerataannya masih harus diperkuat. Meskipun bertumbuh, kita masih menghadapi tantangan terkait kualitas dan pemerataan antar sektor yang perlu diperkuat,” ujar Budi Rahman.

Di Papua Barat, ekonomi pada triwulan II 2026 tumbuh 3,41% secara tahunan atau year-on-year (YoY). Secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi pada semester pertama 2026 mencapai sekitar 4,02%. Namun, secara triwulanan, ekonomi mengalami kontraksi tipis sebesar 0,12% dibandingkan triwulan sebelumnya.

Struktur ekonomi Papua Barat masih didominasi industri pengolahan dengan kontribusi 39,86 persen dan sektor pertambangan serta penggalian sebesar 25,60%. Kedua sektor tersebut tetap mencatat pertumbuhan positif masing-masing 3,86% dan 3,19%.

Menurut Budi, tingginya konsentrasi ekonomi pada kedua sektor tersebut juga menjadi salah satu kerentanan yang perlu diantisipasi, terutama apabila terjadi gangguan produksi, mobilitas maupun pelemahan permintaan.

Sementara itu, sejumlah sektor dengan kontribusi lebih kecil justru mencatat pertumbuhan cukup tinggi.

Sektor akomodasi dan makan-minum tumbuh 10,22%, sedangkan sektor transportasi dan pergudangan tumbuh 6,80%. Budi menambahkan, sektor jasa keuangan juga tetap tumbuh dan menjalankan fungsi intermediasi dengan cukup baik. Namun, penyaluran pembiayaan perlu semakin diarahkan kepada kegiatan ekonomi yang produktif dan inklusif.

“Sektor jasa keuangan tetap bertumbuh dan menjalankan fungsi intermediasinya dengan cukup baik, namun pertumbuhannya perlu diarahkan kepada kegiatan yang produktif dan inklusif. Di sisi lain, perlindungan konsumen juga menjadi tantangan, terutama menghadapi scam digital yang berkembang sangat cepat,” jelasnya.

OJK juga menyoroti pentingnya peningkatan literasi dan edukasi keuangan masyarakat, mengingat perkembangan kejahatan digital berlangsung sangat cepat. Kecepatan edukasi, pelaporan, dan penanganan perlu terus ditingkatkan agar masyarakat tidak mudah menjadi korban.

Forum ekonomi dan keuangan di Papua Barat dan Papua Barat Daya diharapkan mampu memberikan pemahaman yang lebih utuh mengenai peluang, risiko, serta langkah strategis yang perlu dilakukan untuk menjaga pertumbuhan ekonomi yang berkualitas, produktif, inklusif, dan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....