Ruang Aman Anak Membutuhkan Dukungan Pemerintah dan Keluarga

  • 21 Agt 2026 19:14 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari - Pemenuhan hak dan partisipasi anak membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah hingga lingkungan keluarga. Ketersediaan ruang yang aman dinilai menjadi salah satu faktor penting agar anak dapat tumbuh, menyampaikan pendapat, serta mengembangkan potensinya secara optimal.

Fasilitator Anak Provinsi Papua Barat, Kezia Indah Kasih Sasea, mengatakan pemerintah perlu menyediakan ruang yang memungkinkan anak menyampaikan aspirasi tanpa merasa takut atau terabaikan. Edukasi mengenai hak anak juga perlu diberikan secara berkelanjutan.

“Pemerintah harus memberikan edukasi dan memberikan ruang aman. Bila pemerintah tidak memberikan ruang aman, sama saja anak-anak ini terlantar, seperti tidak ada ruang untuk mereka bisa mengapresiasikan diri,” kata Kezia, pada Kamis, 20 Agustus 2026.

Menurutnya, tanggung jawab dalam menciptakan lingkungan yang mendukung anak tidak hanya berada di tangan pemerintah. Masyarakat, khususnya orang tua, memiliki peran besar dalam mendampingi proses tumbuh kembang anak di lingkungan keluarga.

Kezia menilai perbedaan latar belakang ekonomi maupun pendidikan tidak boleh menjadi penghalang bagi anak untuk memperoleh kesempatan berkembang. Orang tua diharapkan memberikan dukungan agar anak tetap memiliki kepercayaan diri untuk belajar dan meraih cita-cita.

Ia menyebut keluarga merupakan lingkungan pertama bagi anak dalam mendapatkan rasa aman. Dukungan orang tua dapat menjadi dasar bagi anak untuk kemudian berinteraksi dan berpartisipasi di lingkungan masyarakat maupun pemerintahan.

Karena itu, menurut Kezia, hubungan antara keluarga, masyarakat dan pemerintah perlu diperkuat dalam menciptakan ekosistem yang ramah terhadap anak. Ruang partisipasi yang tersedia juga harus benar-benar memberikan kesempatan bagi anak untuk menyampaikan pandangan.

“Orang tua juga harus berpartisipasi untuk anaknya. Harus melihat anaknya dan bagaimana anak-anak ini bertumbuh dengan baik,” ujarnya.

Kezia berharap penguatan ruang aman bagi anak dapat dilakukan secara bersama-sama di Papua Barat. Dengan dukungan tersebut, anak dan remaja diharapkan mampu tumbuh menjadi generasi yang percaya diri, kreatif, serta berani mengambil bagian dalam pembangunan daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....