Kreativitas Anak Perlu Diarahkan untuk Manfaatkan Ruang Digital

  • 21 Agt 2026 11:39 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari - Perkembangan media sosial memberikan ruang yang semakin luas bagi anak dan remaja untuk menunjukkan kemampuan sekaligus menyampaikan gagasan. Namun, pemanfaatan ruang digital perlu diarahkan agar tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga mendukung pengembangan potensi generasi muda. hal ini disampaikan oleh Fasilitator Anak Provinsi Papua Barat, Kezia Indah Kasih Sasea, pada Kamis, 20 Agustus 2026.

Ia mendorong anak-anak memanfaatkan media sosial untuk memperkenalkan karya dan kemampuan yang dimiliki. Menurutnya, berbagai platform digital dapat menjadi ruang bagi anak untuk mengembangkan kreativitas secara positif.

“Di dunia digital ini, mereka dapat mengembangkan kemampuan dan potensi diri mereka, seperti melukis dan menggambar. Kemudian di nonakademik mereka bisa bermain basket,” kata Kezia.

Ia menjelaskan, karya anak yang dibagikan melalui media sosial dapat membuka peluang untuk mendapatkan informasi mengenai berbagai kegiatan maupun kompetisi. Konten yang menampilkan kemampuan anak juga dapat memperluas jejaring mereka dengan komunitas atau pihak lain.

Selain menampilkan karya, anak dan remaja juga dapat membuat konten edukasi yang sesuai dengan minat dan pengalaman mereka. Kezia mencontohkan konten mengenai cara belajar maupun penyampaian suara anak sebagai bentuk pemanfaatan media sosial secara produktif.

Menurutnya, kreativitas menjadi salah satu cara agar anak tidak hanya menjadi pengguna media sosial, tetapi juga mampu menghasilkan konten yang memberikan manfaat. Pendekatan tersebut sekaligus dapat membantu anak mengenali dan mengembangkan potensi dirinya.

Kezia menilai dukungan lingkungan juga diperlukan agar anak merasa aman ketika beraktivitas di ruang digital. Orang tua dan masyarakat memiliki peran dalam mendampingi anak sekaligus memastikan penggunaan media sosial tetap memberikan dampak positif.

“Bikin konten-konten menarik, seperti menyuarakan suara anak ataupun bagaimana caranya agar kita suka belajar. Konten edukasi itu bisa,” ujarnya.

Ia berharap anak-anak di Papua Barat dapat menggunakan media sosial sebagai ruang berkarya, belajar, dan memperkenalkan potensi diri. Dengan pendampingan yang tepat, ruang digital dinilai dapat menjadi sarana pengembangan kreativitas sekaligus partisipasi anak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....