Kirab Salib IYD, Menyapa Umat dan Menyatukan Hati Orang Muda di Imanuel Sanggeng
- 19 Agt 2026 21:05 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari – Suasana penuh sukacita dan iman mengiringi kirab Salib Indonesian Youth Day (IYD) yang tiba di wilayah Paroki Imanuel Sanggeng, Manokwari, setelah diarak dari Stasi Santa Bunda Maria Sowi pada Sabtu, 15 Agustus 2026.
Salib IYD bukan sekadar simbol perjalanan iman. Kehadirannya menjadi momentum bagi umat, khususnya Orang Muda Katolik (OMK), untuk kembali meneguhkan semangat persaudaraan, pelayanan dan keterlibatan dalam kehidupan menggereja.
Setibanya di Paroki Imanuel Sanggeng, Salib IYD akan berada dan dihormati umat selama 15 hari. Selama masa tersebut, berbagai kegiatan rohani dan kebersamaan akan menjadi bagian dari perjalanan Salib IYD, sekaligus memberikan ruang bagi umat untuk merenungkan makna iman dan panggilan kaum muda di tengah masyarakat.
Pastor Paroki Imanuel Sanggeng, Pastor Philipus Sedik OSA, mengatakan kehadiran Salib IYD menjadi kesempatan berharga bagi umat untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan sekaligus memperkuat kebersamaan.
“Salib ini bukan hanya sebuah simbol, tetapi menjadi tanda bahwa Tuhan hadir dan berjalan bersama umat-Nya. Selama 15 hari berada di Paroki Imanuel Sanggeng, kami berharap umat dapat mengambil waktu untuk berdoa, berefleksi dan semakin menghayati iman,” ujarnya.
Menurutnya, perjalanan Salib IYD juga memiliki pesan khusus bagi generasi muda Katolik agar tidak hanya menjadi penonton dalam kehidupan menggereja, tetapi berani mengambil bagian dalam pelayanan.
“Kami berharap Orang Muda Katolik melihat momentum ini sebagai kesempatan untuk bangkit, berkarya dan melayani. Kaum muda adalah masa depan Gereja, sehingga mereka perlu diberi ruang untuk terlibat, membangun persaudaraan dan menjadi saksi iman di tengah masyarakat,” katanya.
Kirab Salib IYD dari Stasi Santa Bunda Maria Sowi menuju Paroki Imanuel Sanggeng menjadi gambaran bahwa perjalanan iman tidak berhenti pada satu tempat. Salib terus bergerak, menyapa umat dari satu komunitas ke komunitas lainnya, membawa pesan kasih, pengharapan dan persaudaraan.
Selama 15 hari berada di Paroki Imanuel Sanggeng, Salib IYD diharapkan menjadi sumber inspirasi bagi umat untuk semakin memperkuat kehidupan rohani sekaligus membangun kebersamaan.
Bagi kaum muda, perjalanan tersebut menjadi pengingat bahwa iman bukan hanya untuk dirayakan di dalam gereja, tetapi juga diwujudkan melalui kepedulian, pelayanan dan karya nyata bagi sesama.
Kirab Salib IYD pun menjadi sebuah perjalanan sederhana yang menyimpan makna besar: bahwa di tengah perubahan zaman, Gereja tetap berjalan bersama orang muda, mendengarkan suara mereka, memberikan ruang bagi mereka, dan bersama-sama membawa terang Kristus di tengah kehidupan masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....