Ketua POSSI Minta Musprov KONI Berjalan Sesuai Mekanisme
- 15 Agt 2026 14:21 WIB
- Manokwari
RRI. CO. ID, Manokwari - Ketua Persatuan Olahraga Selam Indonesia (POSSI) Papua Barat, Markus Waran, meminta proses pemilihan Ketua KONI Papua Barat dilakukan secara terbuka dan sesuai aturan organisasi. Ia menilai, figur yang terpilih harus memiliki integritas, pengalaman serta kemampuan manajemen untuk membenahi organisasi dan meningkatkan prestasi olahraga.
Markus mengatakan, dirinya telah melakukan silaturahmi dengan sejumlah pimpinan cabang olahraga (cabor) di Papua Barat untuk membahas dinamika pencalonan Ketua KONI Papua Barat.
Menurutnya, komunikasi tersebut merupakan hal yang wajar karena cabor memiliki hak untuk mengenal dan menilai setiap figur yang akan maju dalam Musyawarah Provinsi (Musprov) KONI Papua Barat.
“Cabor-cabor itu yang nanti akan menilai dan memilih. Mereka akan melihat siapa yang terbaik, siapa yang punya integritas dan bertanggung jawab untuk memimpin,” ujar Markus, Jumat, 14 Agustus 2026.
Markus juga memastikan dirinya siap mencalonkan diri dalam bursa Ketua KONI Papua Barat. Namun, ia menegaskan tidak menjadikan persoalan menang atau kalah sebagai tujuan utama karena keputusan akhir berada di tangan pemilik hak suara.
Selain cabor, terdapat tujuh KONI kabupaten/kota yang nantinya memiliki hak dalam proses pemilihan sesuai mekanisme yang ditetapkan.
Markus mengingatkan agar seluruh tahapan Musprov tidak dipengaruhi kepentingan politik maupun intervensi pihak tertentu. Menurutnya, KONI harus tetap fokus pada pembinaan atlet dan peningkatan prestasi olahraga.
“Jangan ada intervensi politik, karena kalau politik masuk ke dalam manajemen kepemudaan dan olahraga, KONI akan sulit berkembang,” ucapnya.
Ia juga menolak adanya praktik pemberian imbalan atau tekanan kepada pemilik suara untuk menentukan pilihan. Markus menyatakan, dirinya memilih mengikuti proses secara profesional tanpa membentuk tim sukses.
“Ini bukan jabatan politik. Ini jabatan pembinaan, pembibitan dan pengembangan olahraga,” katanya.
Dengan pengalaman sebagai mantan Ketua KONI kabupaten dan Ketua POSSI Papua Barat selama dua periode, Markus mengaku memahami berbagai persoalan yang masih dihadapi KONI Papua Barat.
Ia berharap figur yang terpilih nantinya mampu melakukan pembenahan organisasi, melakukan konsolidasi dengan seluruh cabor dan mempersiapkan atlet Papua Barat menghadapi PON 2028.
“Pilih dengan hati nurani. Siapa yang terpilih harus bertanggung jawab membenahi KONI dan meningkatkan prestasi olahraga Papua Barat,” kata Markus.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....