BRIDA Papua Barat Dorong Penanaman Matoa untuk Selamatkan Hutan Tropis
- 14 Agt 2026 15:04 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari - Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Papua Barat mendorong penanaman pohon matoa sebagai salah satu langkah nyata dalam menjaga kelestarian hutan tropis Papua sekaligus mewariskan manfaat lingkungan bagi generasi mendatang.
Saat diwawancarai RRI pada Jumat 14 Agustus 2026, Kepala BRIDA Papua Barat, Prof. Charlie Danny Heatubun, mengatakan matoa merupakan jenis pohon asli Papua yang memiliki peran penting dalam membentuk ekosistem hutan tropis. Matoa juga menjadi sumber kehidupan bagi berbagai jenis satwa serta memiliki nilai ekonomi dan budaya bagi masyarakat adat.
“Matoa adalah jenis native atau asli Papua, meskipun tidak endemik. Di hutan tropis Papua dan New Guinea secara keseluruhan, matoa merupakan keystone species, karena banyak hewan sangat bergantung pada buah, pohon, maupun struktur matoa dalam ekosistem,” ujar Charlie.
Menurutnya, keberadaan matoa juga berkaitan erat dengan kehidupan masyarakat adat yang telah mengenal berbagai varietas lokal dan memanfaatkan buah maupun kayunya.
Penanaman matoa dinilai menjadi bentuk nyata upaya konservasi yang manfaatnya tidak hanya dirasakan saat ini, tetapi juga oleh generasi berikutnya. Karena itu, masyarakat dan pemerintah perlu memastikan pohon yang telah ditanam dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.
Charlie mengatakan, program penanaman matoa ditargetkan dapat menghasilkan satu juta pohon yang berhasil tumbuh hingga akhir masa kepemimpinan Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan pada sekitar 2029–2030.
“Kalau kita mulai tahun sekarang, kita harapkan sampai 2029 atau 2030, paling tidak sudah ada satu juta pohon matoa yang berhasil hidup sampai besar. Jadi yang kita hitung bukan satu juta bibit yang ditanam, tetapi satu juta pohon yang benar-benar berhasil tumbuh,” jelasnya.
Ia menegaskan, keberhasilan program tersebut membutuhkan perawatan dan pemantauan secara berkelanjutan. Dengan demikian, gerakan menanam pohon tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi bagian dari upaya menjaga hutan Papua secara berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....