Bupati Hermus Percepat Penanganan Kebakaran TPA Manokwari

  • 14 Agt 2026 13:12 WIB
  •  Manokwari

RRI. CO. ID, Manokwari - Bupati Manokwari Hermus Indou menargetkan asap akibat kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Manokwari dapat ditangani sebelum 17 Agustus 2026. Ia juga meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait memperkuat peralatan untuk mempercepat penanganan kebakaran dan tumpukan sampah di lokasi tersebut.

Hermus mengatakan, petugas telah melakukan pemadaman di sejumlah titik dan kondisi asap saat ini mulai berkurang. Pemerintah daerah terus melakukan penanganan agar aktivitas masyarakat di sekitar TPA tidak terganggu oleh kepulan asap.

“Target kita sebelum 17 itu saya kira ini tidak boleh ada asap lagi,” ujar Hermus, Kamis, 13 Agustus 2026.

Menurutnya, kebakaran TPA juga harus dilihat dari sisi positif karena dapat membantu mengurangi tumpukan sampah yang telah berada di lokasi tersebut dalam jumlah besar.

Hermus menyebut produksi sampah di Manokwari mencapai sekitar 150 ton per hari. Kondisi tersebut membuat penanganan sampah di TPA membutuhkan langkah yang lebih serius, termasuk dukungan peralatan yang memadai.

Ia mengatakan, setelah 17 Agustus, pemerintah akan tetap melanjutkan proses pengurangan tumpukan sampah yang ada di TPA. Namun, proses tersebut akan dilakukan dengan memperhatikan pengendalian asap agar tidak menimbulkan dampak bagi masyarakat.

Selain penanganan kebakaran, Pemkab Manokwari telah membentuk tim untuk mencari lokasi baru sebagai tempat relokasi TPA. Dua lokasi akan disurvei, yakni kawasan antara SP1 dan jalan menuju Wasai serta lokasi melalui Jalan Bram Atururi yang tembus ke Tami.

Lokasi baru tersebut diproyeksikan memiliki luas sekitar 40 hingga 50 hektare dan akan melalui kajian lingkungan. Pemerintah memastikan lokasi yang dipilih tidak berada di kawasan kepala air atau sumber air yang berpotensi mencemari sungai dan mengganggu sumber air bersih masyarakat.

Hermus juga membuka peluang kerja sama dengan pihak swasta melalui program CSR untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih modern. Ke depan, sampah diharapkan tidak hanya dibuang, tetapi dapat diolah menjadi sumber energi maupun material yang memiliki nilai ekonomi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....