Ecoprinting DWP Bintuni, Inovasi Hijau Bernilai Ekonomi Tinggi
- 13 Agt 2026 19:10 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Bintuni – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Teluk Bintuni menampilkan inovasi berbasis kelestarian lingkungan dan kearifan lokal dalam Pameran Inovasi Daerah yang digelar Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni pada 13–16 Agustus 2026 di Gedung Serba Guna (GSG) Bintuni.
Dalam pameran tersebut, DWP Teluk Bintuni mengusung produk unggulan berupa kain ecoprinting yang memanfaatkan daun-daun tumbuhan lokal khas Teluk Bintuni sebagai bahan utama pembentuk motif. Produk ini menjadi salah satu stan yang menarik perhatian pengunjung, termasuk Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy, saat melakukan peninjauan.
Sekretaris DWP Kabupaten Teluk Bintuni, Dessy Parantean menjelaskan bahwa ecoprinting merupakan hasil kreativitas anggota DWP dalam mengolah kekayaan hayati daerah menjadi produk kerajinan bernilai seni sekaligus memiliki potensi ekonomi.
“Proses pembuatannya dimulai dari pengambilan daun-daun lokal, kemudian ditempelkan pada kain dengan teknik tertentu hingga menghasilkan motif alami yang unik dan tidak bisa dibuat sama persis satu dengan lainnya,” jelas Dessy saat mendampingi Bupati meninjau stan pameran.
Melalui teknik pencetakan ramah lingkungan tersebut, berbagai jenis daun menghasilkan corak organik yang artistik tanpa menggunakan bahan kimia berbahaya. Selain ramah lingkungan, produk ecoprinting juga memiliki nilai eksklusivitas karena setiap motif yang dihasilkan berbeda.
Tidak hanya berupa kain lembaran, DWP Teluk Bintuni juga telah mengembangkan berbagai produk turunan ecoprinting yang siap digunakan. Dalam pameran itu ditampilkan beragam koleksi seperti blazer, syal, taplak meja, kemeja, celana, hingga dress.
Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy, memberikan apresiasi atas kreativitas para anggota DWP yang mampu mengolah potensi alam lokal menjadi produk bernilai jual tinggi. Menurutnya, produk tersebut memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi usaha yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.
“Produk ini sangat bagus dan memiliki nilai ekonomi. Ke depan jangan hanya untuk ibu-ibu, tetapi perlu juga dikembangkan pakaian untuk bapak-bapak agar pasarnya semakin luas,” ujar Yohanis.
Wakil Sekertaris 2 Yanti Kwando menjelaskan, Ecoprinting sendiri merupakan teknik pewarnaan dan pembuatan motif kain yang memanfaatkan pigmen warna alami serta serat organik dari tumbuhan, seperti daun, bunga, batang, maupun ranting. Berbeda dengan metode cetak berbahan sintetis, ecoprinting dilakukan secara alami sehingga lebih ramah terhadap lingkungan.
Melalui partisipasinya dalam Pameran Inovasi Daerah, DWP Kabupaten Teluk Bintuni berharap produk ecoprinting dapat semakin dikenal masyarakat luas sekaligus mendorong pemanfaatan sumber daya alam secara bijak dan berkelanjutan.
“Melalui karya ini, kami ingin menunjukkan bahwa kekayaan alam Teluk Bintuni dapat diolah menjadi produk kreatif yang bernilai ekonomi, tanpa mengabaikan aspek pelestarian lingkungan,” kata Desi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....