PWI Tawarkan Lawan Hoaks dan Penyebaran Informasi Digital di Pameran Inovasi
- 13 Agt 2026 19:09 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, BINTUNI – Di tengah deretan stan yang menampilkan berbagai terobosan pelayanan publik dan pembangunan daerah, sebuah gagasan sederhana namun penting menarik perhatian pengunjung Pameran Inovasi HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Gedung Serba Guna (GSG) Bintuni, Kamis 13 Agustus 2026. Gagasan itu bukan tentang teknologi baru, melainkan upaya menjaga ruang publik dari ancaman informasi palsu atau hoaks.
Pameran yang diikuti 42 stan tersebut dibuka langsung oleh Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy, didampingi Wakil Bupati Joko Lingara. Hadir pula Dandim 1806/TB Letkol Inf. Yan M. Doli Simanjuntak, Kapolres Teluk Bintuni AKBP Marully Rachmat Azwar, Kepala Kejaksaan Negeri Teluk Bintuni Muhammad Ikbal, serta sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah.
Usai membuka kegiatan, Bupati dan Wakil Bupati berkeliling meninjau setiap stan peserta. Salah satu yang menjadi perhatian adalah stan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Teluk Bintuni yang mengangkat tema penguatan literasi informasi dan pencegahan penyebaran hoaks.
Ketua PWI Teluk Bintuni Adrian Kairupan, mengatakan organisasi wartawan tersebut terus berupaya mendorong masyarakat memperoleh informasi yang benar dan terverifikasi.
“PWI Teluk Bintuni berupaya meminimalkan hoaks yang menyebar di media sosial dan ikut mengawal pemerintahan Serasi,” ujar Adrian saat berdialog dengan Bupati.
Menurutnya, perkembangan teknologi informasi membuat masyarakat semakin mudah mengakses berbagai sumber berita. Namun di sisi lain, derasnya arus informasi juga membuka peluang penyebaran kabar bohong yang dapat menimbulkan kesalahpahaman hingga konflik sosial.
Karena itu, peran media massa menjadi penting sebagai penyaring informasi melalui proses jurnalistik yang mengedepankan verifikasi, konfirmasi, dan keberimbangan.
Adrian menyebut saat ini terdapat sekitar 21 media online yang beroperasi di Kabupaten Teluk Bintuni. Kondisi tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap informasi lokal sekaligus menjadi tantangan bagi insan pers untuk menjaga profesionalitas dalam menjalankan tugas jurnalistik.
Tak hanya itu, Adrian juga mengatakan Profesi jurnalistik saat ini terus berkembang pesat mengikuti perkembangan teknologi. Jika sebelumnya produk jurnalistik hanya menggunakan koran dan majalah, saat ini telah merambah pesat ke media online bahkan secara masif merambah ke media sosial.
"Kita juga sudah merambah ke media online, bahkan ke media sosial manapun kita gunakan untuk menyebarkan informasi agar masyarakat dapat menerima informasi dengan cepat dari sumber terpercaya," Ujarnya. Ia menegaskan, sinergi antara pemerintah dan media diperlukan agar masyarakat mendapatkan informasi yang akurat, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy saat mengunjungi stan menyampaikan wartawan agar terus berinovasi dalam penyebaran berita agar masyarakat tidak termakan berita hoax. Selain itu Bupati juga menekankan keberimbangan berita, Hal ini agar masyarakat dapat menerima informasi secara utuh.
Sementara itu, Wakil Bupati Teluk Bintuni Joko Lingara berharap para wartawan di daerah tetap menjaga soliditas dan menjunjung tinggi kode etik jurnalistik. “Wartawan di Bintuni harus tetap solid dan selalu memberitakan berita yang benar,” kata Joko.
Menurutnya, pers memiliki peran strategis sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Informasi yang akurat tidak hanya membantu masyarakat memahami berbagai kebijakan, tetapi juga menjadi sarana kontrol sosial terhadap jalannya pemerintahan.
Kehadiran stan PWI juga menarik perhatian Verawati Manibuy yang menyempatkan diri melihat daftar media yang beroperasi di Teluk Bintuni. Ia tampak antusias mengenali sejumlah nama media dan wartawan yang selama ini aktif meliput berbagai kegiatan pemerintahan maupun masyarakat.
Pameran Inovasi HUT ke-81 RI tahun ini tidak hanya menampilkan inovasi di bidang pelayanan publik dan pembangunan daerah, tetapi juga menghadirkan pesan penting tentang perlunya menjaga kualitas informasi di era digital.
Di tengah derasnya arus informasi yang beredar melalui media sosial, upaya memerangi hoaks dan memperkuat literasi media menjadi bagian dari inovasi yang dibutuhkan masyarakat. Sebab pembangunan daerah tidak hanya memerlukan infrastruktur dan teknologi, tetapi juga ruang publik yang sehat dengan informasi yang benar, terbuka, dan dapat dipercaya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....