Dampak El Nino Super Terhadap Hasil Pertanian Warga di Manokwari
- 11 Agt 2026 07:59 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari- Kondisi cuaca ekstrem yang terjadi saat ini, yang disebut sebagai fenomena El Nino Super, mulai memberikan dampak terhadap berbagai sendi kehidupan masyarakat, terutama warga yang menggantungkan penghasilan dari sektor pertanian.
Kondisi tersebut dirasakan langsung para petani di sejumlah wilayah Papua Barat. Teriknya matahari dan minimnya curah hujan menyebabkan sebagian tanaman pertanian mengalami kekeringan hingga mati, sehingga petani harus menghadapi ancaman gagal panen.
Warga Kampung Warbefor, Marthafince Mandacan, kepada RRI, Senin 10 Agustus 2026, mengatakan kondisi pertanian saat ini sangat memprihatinkan. Sebagian besar tanaman, terutama sayuran hijau, tidak dapat tumbuh dengan baik akibat cuaca panas dan kekurangan air.
Menurutnya, kondisi tersebut juga berdampak pada harga sayuran lokal di pasaran. Jumlah sayuran dalam satu ikatan atau tumpuk kini semakin sedikit, sementara harganya mengalami kenaikan.
“Sayur kangkung yang biasanya dijual Rp5.000 per ikat, sekarang harganya bisa mencapai Rp10.000. Itu karena hasil panen petani semakin sedikit,” Kata Marthafince.
Ia menjelaskan, tidak hanya sayuran hijau yang terdampak. Tanaman ubi-ubian yang selama ini menjadi salah satu sumber pangan masyarakat juga mengalami gagal panen. Sebagian tanaman ubi rusak dan membusuk atau mengalami kerusakan akibat kondisi tanah yang terlalu panas dan kering.
Selain berdampak terhadap sektor pertanian, cuaca ekstrem juga menyebabkan masyarakat kesulitan mendapatkan air bersih. Sejumlah sumber air, seperti kali dan sumur warga, mulai mengering akibat berlangsungnya musim kemarau dan minimnya hujan.
Kondisi ini membuat warga harus lebih berhati-hati dalam menggunakan persediaan air. Air tidak hanya dibutuhkan untuk kebutuhan sehari-hari, tetapi juga sangat penting untuk menyiram tanaman agar tetap dapat bertahan hidup.
Marthafince berharap kondisi cuaca ekstrem ini segera berakhir sehingga masyarakat, khususnya petani, dapat kembali melakukan aktivitas pertanian secara normal.
Ia juga berharap adanya perhatian dan dukungan dari Pihak terkait bagi masyarakat yang terdampak kekeringan dan gagal panen, terutama dalam memenuhi kebutuhan air serta membantu petani mempertahankan sumber penghidupan mereka.
Fenomena cuaca ekstrem tersebut dinilai perlu mendapat perhatian karena tidak hanya berdampak pada produksi pertanian, tetapi juga berpotensi memengaruhi ketersediaan pangan dan kenaikan harga kebutuhan pokok di tingkat masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....