Lomba Bertutur SD/MI Dorong Minat Baca dan Kenalkan Budaya Papua
- 10 Agt 2026 14:41 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari - Sebanyak 50 siswa sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah sederajat mengikuti Lomba Bertutur tingkat SD/MI yang digelar di Gedung Perpustakaan Universitas Papua, Manokwari. Kegiatan tersebut mengangkat tema “Tingkat Kegemaran Membaca dan Literasi melalui Cerita Kepahlawanan dan Legenda Rakyat Papua” dan berlangsung selama dua hari, 10 hingga 11 Agustus 2026.
Ketua Panitia Lomba Bertutur, Fatria Mokodompit, S.Sos., mengatakan kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya untuk menumbuhkan minat membaca sekaligus meningkatkan kemampuan literasi sejak usia sekolah dasar. Menurutnya, kebiasaan membaca perlu dibangun melalui kegiatan yang menarik dan dekat dengan kehidupan serta budaya anak.
“Tujuan dari lomba ini untuk menumbuhkembangkan minat membaca dan literasi anak, sekaligus menanamkan kecintaan terhadap budaya bangsa melalui berbagai bacaan atau buku,” ujar Fatria.
Ia menjelaskan, peserta lomba merupakan siswa dan siswi kelas 4 dan 5 SD/MI sederajat, baik dari sekolah negeri maupun swasta. Melalui kompetisi tersebut, peserta tidak hanya dituntut mampu membaca dan memahami cerita, tetapi juga menyampaikan kembali isi cerita secara menarik di hadapan juri dan penonton.
Materi yang digunakan dalam lomba diarahkan pada cerita budaya daerah yang mengandung nilai-nilai kehidupan, pembentukan karakter, kepahlawanan, serta legenda rakyat Papua. Fatria berharap pemilihan bahan cerita tersebut dapat membuat anak semakin mengenal warisan budaya sekaligus memahami nilai positif yang terkandung di dalamnya.
“Buku cerita budaya daerah yang digunakan diharapkan dapat memberikan nilai kehidupan yang baik dan membangun karakter bangsa melalui cerita bernuansa kepahlawanan dan legenda,” jelasnya.
Untuk memastikan penilaian berlangsung objektif, panitia melibatkan tiga orang dewan juri yang berasal dari Universitas Papua. Para peserta akan dinilai berdasarkan kemampuan bertutur dan penyampaian cerita sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan panitia.
Fatria berharap kegiatan tersebut dapat menjadi ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan kebiasaan membaca sekaligus meningkatkan kepercayaan diri dalam berkomunikasi. “Kami ingin mempersiapkan generasi muda agar dapat menjadi panutan dalam membangun kebiasaan membaca, mencintai budaya, dan menjadikan literasi sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari,” jelanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....