Pdt. Hugo Warpur: Kekudusan Mendatangkan Hadirat Tuhan
- 09 Agt 2026 21:41 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari – Ketua Badan Kerja Sama Antar Gereja (BKAG) Manokwari, Pdt. Hugo Warpur, mengajak warga Jemaat Kristen Indonesia (JKI) Graha Imanuel Fanindi Bengkel Tan untuk menjaga kekudusan hidup. Pesan tersebut disampaikan dalam Ibadah Raya Minggu, 9 Agustus 2026, melalui tema khotbah “Melangkah dalam Kekudusan Raih Kehendak Tuhan” berdasarkan pembacaan dari Alkitab Perjanjiam Lama, kitab Yosua 3:1-17.
Pdt. Hugo mengatakan, kekudusan merupakan bagian penting dalam kehidupan orang percaya untuk dapat mengalami kehendak dan janji Tuhan. Menurutnya, hidup kudus berarti memisahkan diri dari kehidupan lama, kebiasaan lama, serta dosa, kemudian mengkhususkan hidup bagi Tuhan.
“Orang percaya harus kudus dan menjaga kekudusan hidup. Pikiran kita juga harus kudus,” ujar Pdt. Hugo dalam khotbahnya. Ia menekankan bahwa kekudusan bukan sesuatu yang instan, tetapi membutuhkan proses dan kesungguhan dalam menjalani kehidupan bersama Tuhan.
Ia menjelaskan, terdapat alasan penting mengapa orang percaya perlu hidup dalam kekudusan untuk meraih janji Tuhan.
“ kekudusan itu membuka jalan yang tertutup,” katanya, sambil mengaitkan pesan tersebut dengan perjalanan bangsa Israel menyeberangi Sungai Yordan.
Menurut Pdt. Hugo, Sungai Yordan dalam kisah tersebut menggambarkan tantangan dan penghalang yang harus dilewati bangsa Israel sebelum memasuki tanah yang dijanjikan Tuhan. Karena itu, umat percaya diminta mempersiapkan diri dan tetap menempatkan Tuhan sebagai pemimpin dalam setiap langkah kehidupan.
“Kekudusan itu mendatangkan hadirat Tuhan. Izinkan Tuhan memimpin hidup kita,” ucapnya.
Ia mengingatkan jemaat agar tidak hanya mengandalkan kekuatan sendiri ketika menghadapi persoalan, tetapi terus mengarahkan kehidupan kepada Tuhan.
Lebih lanjut, Pdt. Hugo mengajak jemaat melakukan introspeksi diri, memisahkan diri dari pengaruh kehidupan duniawi, mengarahkan diri kepada Tuhan, serta taat dalam setiap langkah. Ia juga mengingatkan agar umat terus memandang kepada Tuhan dan tidak mudah terpengaruh oleh berbagai persoalan yang dihadapi.
“Sudahkah kita hidup benar-benar? Sudahkah kita hidup di dalam Tuhan?” kata Pdt. Hugo. Ia berharap jemaat JKI Graha Imanuel mampu menjaga kekudusan sebagai bagian dari proses iman untuk mengalami pertolongan, mujizat, serta janji Tuhan dalam kehidupan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....