Nilai Toleransi Diharapkan Terus Mengakar di Tanah Papua

  • 06 Agt 2026 11:05 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari - Semangat toleransi dan persaudaraan antarumat beragama dinilai menjadi modal utama dalam menjaga stabilitas dan mempercepat pembangunan di Papua Barat. Pemerintah Provinsi Papua Barat mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat harmoni yang telah tumbuh dalam kehidupan masyarakat selama ini.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Papua Barat, Bondan Santoso, mengatakan Pemerintah Provinsi Papua Barat terus mendorong terpeliharanya kehidupan masyarakat yang rukun dan harmonis.

Bondan menyampaikan bahwa sejarah masuknya Islam di Tanah Papua menjadi salah satu bagian penting yang membentuk kehidupan masyarakat Papua yang menjunjung tinggi nilai kebersamaan dan saling menghormati.

Ia mengatakan hasil Seminar Nasional Masuknya Agama Islam di Tanah Papua telah menetapkan tanggal 8 Agustus 1360 sebagai tonggak awal masuknya Islam di Papua. Penetapan itu tidak hanya memberikan kepastian sejarah, tetapi juga memperkuat pemahaman masyarakat mengenai akar keberagaman yang telah berkembang sejak berabad-abad silam.

Menurutnya, proses penyebaran Islam di Papua berlangsung secara damai melalui jalur perdagangan, hubungan sosial, dan interaksi antarkerajaan. Nilai-nilai tersebut kemudian berkembang sejalan dengan budaya lokal dan membentuk kehidupan masyarakat yang menghargai perbedaan.

"Hasil Seminar Nasional Masuknya Agama Islam di Tanah Papua telah dapat menyatukan berbagai versi cerita yang ada sehingga ditetapkan waktu pasti masuknya Islam di Tanah Papua pada 8 Agustus 1360 di Kampung Fatagar, Kabupaten Fakfak. Dengan demikian kita dapat memperkaya wawasan generasi muda mengenai akar budaya mereka sekaligus memperkuat ikatan sosial di antara komunitas yang beragam di Tanah Papua," jelas Bondan pada Rabu, 5 Agustus 2026.

Ia menambahkan, keberadaan Islam di Papua juga berjalan selaras dengan falsafah Satu Tungku Tiga Batu, yang mencerminkan kehidupan harmonis antara umat Islam, Protestan, dan Katolik. Nilai tersebut dinilai menjadi kekuatan sosial yang perlu terus dijaga di tengah perkembangan zaman.

Pemerintah Provinsi Papua Barat berharap peringatan 666 Tahun Masuknya Agama Islam di Tanah Papua tidak hanya menjadi penghormatan terhadap sejarah, tetapi juga menjadi penguat semangat persatuan, toleransi, dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan Papua Barat yang aman, rukun, dan berkeadaban.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....