Pemprov Papua Barat Ajak Masyarakat Lestarikan Sejarah Islam di Tanah Papua
- 06 Agt 2026 10:56 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari - Pemerintah Provinsi Papua Barat mengajak masyarakat menjadikan sejarah masuknya agama Islam di Tanah Papua sebagai bagian penting dalam memperkuat identitas daerah sekaligus menjaga persatuan di tengah keberagaman. Nilai sejarah tersebut dinilai tidak hanya berkaitan dengan perjalanan agama, tetapi juga menjadi fondasi kehidupan sosial masyarakat Papua yang harmonis.
Hal ini disampaikan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Papua Barat, Bondan Santoso, mewakili Gubernur Papua Barat pada pembukaan rangkaian peringatan 666 Tahun Masuknya Agama Islam di Tanah Papua bertema Merajut Toleransi, Memperkokoh Harmoni, Mengabdi untuk Pembangunan Negeri di Manokwari, Rabu, 5 Agustus 2026.
Ia mengatakan hasil Seminar Nasional Masuknya Agama Islam di Tanah Papua yang digelar pada Januari 2025 di Kabupaten Fakfak telah menetapkan bahwa Islam pertama kali masuk ke Papua pada 8 Agustus 1360 melalui Syekh Abdul Ghofar di Kampung Fatagar, Distrik Furwagi, Kabupaten Fakfak.
Menurutnya, penetapan tersebut memberikan kepastian sejarah mengenai perjalanan Islam di Papua sekaligus memperkaya pengetahuan generasi muda mengenai akar sejarah daerahnya.
"Sebagaimana kita ketahui dari sejarah dan berdasarkan hasil Seminar Nasional Masuknya Agama Islam di Tanah Papua pada tahun 2025 di Kabupaten Fakfak, telah ditetapkan bahwa Islam pertama kali masuk di Tanah Papua pada tanggal 8 Agustus 1360 oleh Syekh Abdul Ghofar di Kampung Fatagar, Distrik Furwagi, Kabupaten Fakfak," ujarnya.
Ia menambahkan berbagai penelitian juga memperkuat fakta tersebut melalui keberadaan artefak, masjid tua, manuskrip Al-Qur'an, hingga tradisi masyarakat yang masih terpelihara.
Bukti-bukti itu menunjukkan bahwa Islam telah menjadi bagian dari perkembangan sosial dan budaya masyarakat Papua sejak berabad-abad lalu.
Pemerintah Provinsi Papua Barat berharap momentum peringatan 666 Tahun Masuknya Agama Islam di Tanah Papua dapat semakin meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga warisan sejarah sekaligus memperkuat kerukunan antarumat beragama sebagai modal membangun Papua Barat yang damai, harmonis, dan sejahtera.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....