Pembangunan Papua Perlu Ditopang Harmoni Antarumat Beragama
- 06 Agt 2026 11:04 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari - Pembangunan Papua yang damai dan harmonis dinilai tidak dapat dipisahkan dari kuatnya nilai toleransi antarumat beragama. Karena itu, peringatan 666 Tahun Masuknya Agama Islam di Tanah Papua dijadikan momentum untuk memperkuat persaudaraan dan semangat kebersamaan masyarakat. Hal ini disampaikan oleh Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Fatwa dan Metodologi Majelis Ulama Indonesia (MUI), Drs. H. Muhammad Ziyad, M.A., pada Rabu, 5 Agustus 2026.
Ia menilai Papua memiliki modal sosial yang kuat untuk menjadi contoh kehidupan masyarakat yang harmonis. Menurutnya, keberagaman agama di Papua bukanlah sumber perbedaan yang memecah belah, melainkan kekuatan yang harus terus dirawat bersama.
"Sejarah mencatat bahwa Islam masuk ke Tanah Papua melalui jalan damai. Penyebaran ajaran Islam berlangsung melalui perdagangan, dakwah, dan hubungan antarmasyarakat tanpa menghilangkan penghormatan terhadap adat dan budaya lokal yang telah hidup lebih dahulu," jelasnya.
Muhammad Ziyad mengatakan nilai-nilai toleransi yang diwariskan para penyebar agama perlu dijadikan pedoman dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan saat ini. Menurutnya, semangat saling menghormati antarpemeluk agama harus tetap menjadi fondasi kehidupan masyarakat Papua.
Ia juga mengapresiasi upaya MUI Papua Barat bersama pemerintah daerah yang telah menghimpun berbagai kajian sejarah hingga melahirkan dokumentasi mengenai perjalanan masuknya Islam di Tanah Papua. Langkah tersebut dinilai penting sebagai bentuk pelestarian sejarah sekaligus memperkuat literasi masyarakat.
Selain itu, ia mengingatkan bahwa perkembangan teknologi dan globalisasi tidak boleh membuat masyarakat kehilangan nilai-nilai kemanusiaan dan kebersamaan. Karena itu, agama diharapkan tetap menjadi pedoman moral dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis.
Muhammad Ziyad berharap seluruh elemen masyarakat, termasuk pemerintah, tokoh agama, akademisi, dan generasi muda, terus memperkuat kolaborasi untuk menjaga persatuan. Menurutnya, semangat toleransi yang telah diwariskan para pendahulu harus menjadi inspirasi dalam mewujudkan Papua yang aman, damai, dan sejahtera.
Ia mengajak seluruh masyarakat menjadikan peringatan 666 Tahun Masuknya Agama Islam di Tanah Papua sebagai pengingat bahwa keberagaman merupakan kekuatan bangsa. Dengan menjaga harmoni dan saling menghormati, Papua diyakini mampu menjadi contoh kehidupan masyarakat yang rukun sekaligus mendukung pembangunan yang berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....