MUI Papua Barat Dorong Pelestarian Sejarah Islam lewat Kajian Ilmiah

  • 06 Agt 2026 11:02 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Papua Barat menegaskan pentingnya pelestarian sejarah masuknya agama Islam di Tanah Papua melalui pendekatan ilmiah yang tetap menghargai tradisi lisan masyarakat. Upaya tersebut dinilai penting agar perjalanan sejarah Islam dapat dipahami secara utuh oleh generasi sekarang maupun mendatang.

Hal itu disampaikan Sekretaris MUI Papua Barat, Naharuddin, pada pembukaan rangkaian peringatan 666 Tahun Masuknya Agama Islam di Tanah Papua bertema Merajut Toleransi, Memperkokoh Harmoni, Mengabdi untuk Pembangunan Negeri di Manokwari, Rabu, Agustus 2026.

Menurut Naharuddin, sejarah tidak hanya berisi catatan nama, tanggal, maupun peristiwa, tetapi juga memuat perjalanan peradaban, nilai-nilai kehidupan, serta warisan budaya yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Ia menjelaskan, penulisan sejarah di Papua memiliki tantangan tersendiri karena sebagian besar pengetahuan masyarakat diwariskan melalui tradisi tutur atau tradisi lisan. Tradisi tersebut menyimpan ingatan kolektif mengenai tokoh, silsilah keluarga, nama tempat, hingga hubungan kekerabatan yang belum seluruhnya terdokumentasi dalam arsip tertulis.

"Tradisi lisan sangat penting karena menyimpan ingatan kolektif masyarakat. Namun tradisi itu juga perlu dibaca secara hati-hati melalui pendekatan sejarah, penelusuran sumber, dan dialog dengan berbagai bukti yang tersedia," ujar Naharuddin.

Ia mengatakan, masuknya Islam ke Tanah Papua bukanlah sebuah peristiwa tunggal yang terjadi dalam satu waktu dan satu jalur. Penyebaran Islam berlangsung melalui proses panjang yang melibatkan pedagang, pelaut, tokoh adat, keluarga muslim, hubungan perdagangan, perkawinan, pendidikan, hingga dakwah kultural.

Untuk itu, MUI Papua Barat mengambil peran aktif menghimpun berbagai sumber sejarah melalui kajian akademik dan pengetahuan lokal. Salah satu langkah yang dilakukan yakni penyelenggaraan Seminar Nasional Sejarah Masuknya Agama Islam di Tanah Papua pada Januari 2025 yang melibatkan akademisi, tokoh agama, tokoh adat, serta berbagai pemangku kepentingan.

Melalui berbagai upaya tersebut, MUI Papua Barat berharap sejarah masuknya Islam di Tanah Papua semakin terdokumentasi secara ilmiah tanpa mengabaikan nilai-nilai lokal yang telah hidup di tengah masyarakat, sehingga dapat menjadi warisan pengetahuan sekaligus memperkuat identitas dan persaudaraan masyarakat Papua.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....