Jejak Senyum Terakhir Yanto Idorway, Ribuan Langkah Mengantar Sang Presenter
- 01 Agt 2026 18:33 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari – Langit Manokwari tampak teduh saat langkah demi langkah pelayat mengiringi perjalanan terakhir presenter TVRI Papua Barat, Yanto Idorway, Jumat 31 Juli 2026. Kepergian pria yang dikenal murah senyum dan mudah bergaul itu meninggalkan duka mendalam, bukan hanya bagi keluarga dan rekan kerja, tetapi juga masyarakat yang mengenalnya.
Sejak pagi, warga dari berbagai penjuru berdatangan untuk memberikan penghormatan terakhir. Mereka memenuhi rumah duka hingga mengantar jenazah menuju tempat peristirahatan terakhir. Tak sedikit yang rela berdiri berjam-jam hanya untuk melepas sosok yang selama ini hadir di layar televisi dengan pembawaan hangat dan bersahaja.
Di mata masyarakat, Yanto bukan sekadar presenter. Ia dikenal sebagai pribadi yang tidak pernah membedakan orang. Sapaan ramah dan senyumnya menjadi kesan yang terus melekat di benak banyak orang.
Suasana haru begitu terasa ketika peti jenazah diangkat menuju pemakaman. Tangis keluarga berpadu dengan doa-doa yang dipanjatkan para pelayat. Banyak warga terlihat menundukkan kepala sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada sosok yang telah menginspirasi melalui kesederhanaannya.
Salah seorang warga, Inyel mengaku sengaja datang karena ingin mengantar Yanto untuk terakhir kalinya.
"Saya memang tidak terlalu dekat, tetapi setiap bertemu beliau selalu menyapa dengan senyum. Itu yang membuat kami merasa kehilangan. Hari ini saya datang untuk mengucapkan selamat jalan kepada orang baik," ujarnya.
Hal senada disampaikan warga lainnya, Roni Rumainum yang mengenal Yanto sebagai pribadi rendah hati dan mudah berbaur dengan siapa saja.
"Beliau tidak pernah memilih teman. Siapa pun yang datang selalu disambut dengan ramah. Orang seperti beliau pantas dikenang, dan saya merasa terpanggil untuk hadir memberikan penghormatan terakhir," katanya.
Kepergian Yanto Idorway menjadi pengingat bahwa warisan terbesar seseorang bukan hanya karya yang ditinggalkan, tetapi juga kebaikan yang ditanamkan kepada sesama. Di balik duka yang menyelimuti, senyum dan keramahan Yanto akan terus hidup dalam ingatan keluarga, sahabat, rekan kerja, serta masyarakat Papua Barat yang pernah merasakan ketulusan hatinya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....