Autopsi Jenazah Presenter TVRI Papua Barat Diperkirakan Berlangsung Empat Jam
- 30 Jul 2026 23:15 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari – Proses autopsi terhadap jenazah presenter TVRI Papua Barat, Yanto Idorway, di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Papua Barat, Kamis 30 Juli 2026 dan diperkirakan berlangsung selama tiga hingga empat jam. Kepolisian mengimbau masyarakat untuk menunggu hasil resmi pemeriksaan forensik dan tidak menyebarkan spekulasi terkait penyebab kematian korban.
Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Papua Barat, Kombes Pol, dr Iskandar mengatakan seluruh proses autopsi dilakukan oleh tim dokter forensik sesuai prosedur guna mengungkap penyebab pasti meninggalnya almarhum.
Menurutnya, hasil pemeriksaan forensik akan menjadi dasar utama bagi penyidik dalam menyampaikan informasi kepada publik. Karena itu, masyarakat diminta memberikan kepercayaan kepada tim yang sedang bekerja.
"Autopsi ini diperkirakan berlangsung sekitar tiga sampai empat jam. Kami berharap seluruh masyarakat dapat menunggu hasil pemeriksaan yang dilakukan dokter forensik, karena autopsi ini bertujuan untuk mengetahui penyebab meninggalnya almarhum secara ilmiah," ujarnya.
dr Iskandar menambahkan jika seluruh keterangan yang disampaikan oleh kepolisian kepada publik, akan mengacu pada hasil resmi dokter forensik. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak mudah mempercayai informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
"Kami berharap masyarakat mempercayakan proses ini kepada kami. Semua keterangan yang kami sampaikan nantinya berdasarkan hasil pemeriksaan dokter forensik. Sebelum hasil itu keluar, kami mengimbau semua pihak untuk tidak berspekulasi dan membantu meredam berbagai informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya," katanya.
Polda Papua Barat memastikan hasil autopsi akan disampaikan kepada keluarga maupun masyarakat, setelah pemeriksaan selesai dan tim dokter forensik menyusun kesimpulan resmi. Proses tersebut diharapkan dapat memberikan kepastian, mengenai penyebab meninggalnya Yanto Idorway, sekaligus mengakhiri berbagai dugaan yang beredar di tengah masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....