Kapolres : Yanto Terjepit di Sela Batu Yang Menyerupai Goa di Sekitar Lokasi
- 28 Jul 2026 17:58 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari - Penantian panjang keluarga dan rekan-rekan Yanto Idorway akhirnya berujung pada kepastian. Setelah hampir sepuluh hari dinyatakan hilang, presenter TVRI Papua Barat itu ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, terjepit di sela-sela batu yang menyerupai goa di sekitar lokasi dirinya dilaporkan terjatuh.
Kapolres Pegunungan Arfak, AKBP Bernadus Okoka, mengungkapkan, penemuan jenazah Yanto berawal dari olah tempat kejadian perkara (TKP) lanjutan yang dilakukan tim Satreskrim bersama masyarakat. Petunjuk penting muncul ketika tim mencium bau menyengat dari arah celah batu saat melakukan penyisiran pada Minggu malam.
“Kasat Reskrim melaporkan adanya bau menyengat dari arah celah batu atau goa. Setelah itu kami berkoordinasi dengan masyarakat untuk kembali melakukan penyisiran di lokasi,” ujar Bernadus saat memberikan keterangan kepada awak media di halaman Mapolresta Manokwari, Senin, 27 Juli 2026 malam.
Harapan untuk menemukan Yanto kembali muncul. Salah seorang warga kemudian menggunakan kelawai atau sumpit untuk menusuk ke dalam celah batu. Saat alat tersebut ditarik, ditemukan potongan pakaian yang disertai aroma menyengat.
Petunjuk itu semakin menguatkan dugaan bahwa Yanto berada di dalam celah batu tersebut. Tim kemudian melakukan pemeriksaan lebih lanjut dan memastikan posisi korban berada sekitar 10 hingga 15 meter dari titik awal korban diduga terjatuh, tepatnya di trap atau undakan batu ketiga.
Pagi harinya, polisi bersama masyarakat kembali menuju lokasi. Di tengah medan yang sulit dan keterbatasan peralatan, tim berupaya mengevakuasi tubuh Yanto yang terjepit di antara bebatuan. Tali dan kain yang tersedia di lokasi menjadi alat bantu untuk mengangkat jenazah dari celah batu.
“Puji Tuhan, meskipun dengan keterbatasan sarana, korban berhasil dievakuasi dari celah batu. Jenazah masih dalam kondisi utuh meski telah berada di dalam air selama hampir 10 hari,” ucap Bernadus.
Penemuan Yanto menjadi akhir dari pencarian panjang yang selama berhari-hari dilakukan tim gabungan bersama masyarakat. Namun, kepastian mengenai penyebab kematiannya masih menunggu hasil pemeriksaan medis.
Bernadus mengatakan, terdapat sejumlah luka pada tubuh korban. Namun, polisi belum dapat memastikan penyebab luka tersebut sehingga diperlukan pemeriksaan lebih lanjut secara medis.
“Ada luka-luka pada tubuh korban, tetapi hanya dokter yang dapat menjelaskan penyebabnya. Karena itu kami meminta dilakukan otopsi agar penyebab kematian dapat diketahui secara ilmiah,” katanya.
Semula, otopsi direncanakan dilakukan di Rumah Sakit Bhayangkara. Namun, atas permintaan keluarga, jenazah Yanto kemudian dibawa ke RSUD Manokwari untuk menjalani pemeriksaan.
“Kami menghormati permintaan keluarga dan langsung merujuk jenazah ke RSUD Manokwari untuk dilakukan otopsi,” ujarnya.
Bagi keluarga, rekan kerja, dan masyarakat yang selama berhari-hari ikut mencari, ditemukannya Yanto menjadi akhir dari penantian yang melelahkan sekaligus menyisakan duka mendalam.
Kapolres Pegunungan Arfak menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang telah membantu proses pencarian, terutama warga sekitar lokasi kejadian yang tidak pernah berhenti memberikan dukungan hingga Yanto akhirnya ditemukan dan berhasil dievakuasi. Perjuangan pencarian yang berlangsung selama berhari-hari itu pun berakhir. Yanto akhirnya ditemukan, dibawa pulang, dan diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....