Bupati Lantik Ojek Mandiri Berkarya, Perkuat Perlindungan Ojek
- 25 Jul 2026 15:24 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Bintuni – Para pengemudi ojek di Kabupaten Teluk Bintuni kini memiliki wadah organisasi resmi setelah Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy, melantik Pengurus Ojek Mandiri Berkarya di Gedung Serba Guna (GSG) Kali Kodok, Sabtu 25 Juli 2026. Pelantikan tersebut menjadi momentum bersejarah bagi para pengemudi ojek yang selama ini belum memiliki organisasi dengan kepengurusan yang sah. Sebanyak 800 pengemudi ojek menghadiri kegiatan tersebut.
Dalam acara yang dirangkaikan dengan penyerahan kartu BPJS Ketenagakerjaan itu, lebih dari 500 pengemudi ojek secara simbolis menerima perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Program tersebut diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi para pengemudi yang setiap hari menghadapi risiko saat bekerja di jalan.
Pengurus Ojek Mandiri Berkarya Teluk Bintuni yang dilantik terdiri dari Selphina Yaroseray sebagai Ketua, Johanes Belekubun sebagai Sekretaris, dan Samuel Refideso sebagai Bendahara. Sementara Bupati Yohanis Manibuy bersama sejumlah tokoh lainnya dipercaya menjadi pembina dan penasehat organisasi.
Dalam sambutannya, Bupati Yohanis Manibuy menegaskan bahwa keberadaan pengemudi ojek memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat hingga menjangkau wilayah yang belum sepenuhnya terlayani transportasi umum. Menurutnya, para pengemudi ojek bukan hanya penyedia jasa transportasi, tetapi juga bagian dari penggerak aktivitas ekonomi dan pelayanan masyarakat di Kabupaten Teluk Bintuni.
"Pengemudi ojek merupakan bagian penting dari sistem transportasi daerah. Mereka membantu menghubungkan masyarakat dan mendukung aktivitas ekonomi hingga ke wilayah-wilayah yang sulit dijangkau," ujar Yohanis.
Bupati juga berpesan kepada pengurus yang baru dilantik agar menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab serta menjadikan organisasi sebagai wadah yang mampu memperjuangkan kepentingan anggota.
"Saya berharap organisasi ini menjadi rumah bersama yang mampu melindungi, memberdayakan, dan meningkatkan kesejahteraan seluruh anggotanya," katanya.
Selain pembentukan organisasi, Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni juga menunjukkan komitmennya dalam memberikan perlindungan kepada pekerja sektor informal melalui kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Yohanis menilai jaminan sosial ketenagakerjaan merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam memberikan perlindungan bagi para pekerja yang setiap hari menghadapi risiko kecelakaan kerja.
"Jaminan sosial ketenagakerjaan bukan hanya perlindungan ketika terjadi musibah, tetapi juga investasi bagi kesejahteraan keluarga para pengemudi ojek," ujarnya.
Ia juga menginstruksikan Dinas Perhubungan untuk terus melakukan pembinaan dan penataan wilayah pelayanan ojek agar tercipta keteraturan, menghindari tumpang tindih wilayah operasi, serta memberikan kepastian bagi pengemudi dan masyarakat pengguna jasa. Pemerintah daerah, lanjutnya, akan terus membuka ruang kolaborasi dan dialog dengan organisasi ojek guna meningkatkan keselamatan, ketertiban, dan kualitas pelayanan transportasi di Kabupaten Teluk Bintuni.
"Melalui sinergi yang baik antara pemerintah dan organisasi ojek, saya yakin kesejahteraan pengemudi akan semakin meningkat dan pelayanan kepada masyarakat semakin berkualitas," tutupnya.
Sementara itu, perwakilan pengurus Ojek Ali Kosepa mengungkapkan terimakasih kepada Pemerintah Teluk Bintuni yang telah melantik kepengurusan tukang ojek kali ini. Ia berharap dengan adanya organisasi pendapatan tukang ojek lebih baik lagi.
"Harapan saya ke depan tukang ojek lebih lancar lagi, dan sebagai anggota keamanan semoga ke depan tukang ojek bersama masyarakat bisa menjaga keamanan lebih bagus lagi," Ujar Ali Kosepa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....