Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci Cegah Kekerasan terhadap Perempuan

  • 23 Jul 2026 18:28 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari - Upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dinilai tidak dapat dilakukan oleh satu lembaga saja. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, organisasi masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, hingga masyarakat luas untuk membangun kesadaran bersama dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi perempuan dan anak.

Direktur Eksekutif Yayasan Mitra Perempuan Papua, Anike Sabami, mengatakan pencegahan harus menjadi prioritas utama dibandingkan hanya berfokus pada penanganan kasus setelah kekerasan terjadi. Menurutnya, edukasi kepada masyarakat perlu dilakukan secara berkelanjutan agar tumbuh sikap saling menghormati antara laki-laki dan perempuan.

Anike menilai berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) yang membidangi pemberdayaan perempuan memiliki peran penting dalam memperluas sosialisasi mengenai perlindungan perempuan. Sinergi lintas sektor juga dibutuhkan agar upaya pencegahan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat di Papua Barat.

“Saya berharap instansi terkait bisa membantu menyosialisasikan regulasi yang sudah didorong. Kita sudah tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Kita harus bergandengan tangan untuk mengampanyekan pencegahan kekerasan terhadap perempuan. Jangan menunggu masa politik baru kita berkampanye, tetapi lakukan pencegahan dini dan penyadaran perilaku agar laki-laki dan perempuan saling menghormati,” jelasnya pada Kamis, 23 Juli 2026.

Selain melakukan pendampingan terhadap korban, Yayasan Mitra Perempuan Papua juga terus mengembangkan berbagai materi edukasi sebagai bagian dari kampanye pencegahan kekerasan. Salah satunya melalui penerbitan buku yang mengangkat pentingnya menjaga keutuhan keluarga tanpa adanya kekerasan.

Menurut Anike, keluarga menjadi lingkungan pertama yang harus dibangun dengan nilai saling menghargai dan saling mendukung. Hubungan yang harmonis antara suami, istri, dan anak akan menjadi fondasi penting dalam mencegah munculnya berbagai bentuk kekerasan di dalam rumah tangga.

Ia menegaskan bahwa perubahan perilaku masyarakat tidak dapat diwujudkan dalam waktu singkat. Karena itu, kampanye pencegahan harus dilakukan secara terus-menerus dengan melibatkan berbagai pihak agar kesadaran masyarakat semakin meningkat.

Anike berharap semakin banyak pihak yang terlibat dalam gerakan perlindungan perempuan dan anak sehingga upaya pencegahan dapat berjalan lebih efektif. Dengan kolaborasi yang kuat, kasus kekerasan terhadap perempuan di Papua Barat diharapkan dapat terus ditekan sekaligus mewujudkan kehidupan keluarga yang lebih aman dan harmonis.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....