Gubernur: Toleransi Antarumat Beragama Harus Menjadi Praktik Nyata di Kehidupan
- 23 Jul 2026 20:36 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan toleransi antarumat beragama sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, bukan sekadar narasi yang disampaikan dalam berbagai forum.
Pesan tersebut disampaikan Dominggus Mandacan saat memberikan sambutan pada kegiatan Kopi Toleransi Vol 3 bertajuk "Merajut Harmoni dalam Toleransi" yang berlangsung di Aula Universitas Papua (Unipa) Manokwari, Sabtu 18 Juli 2026.
Menurut Dominggus, toleransi harus diwujudkan melalui sikap saling menghargai dan menghormati, baik di lingkungan keluarga, lembaga pendidikan, tempat ibadah, maupun dalam kehidupan bermasyarakat.
"Toleransi bukan sekadar slogan, tapi diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan keluarga, lembaga pendidikan, tempat ibadah, sampai ke ruang publik," ujarnya.
Ia mengatakan, Papua Barat merupakan daerah yang memiliki keberagaman suku, agama, adat istiadat, dan budaya. Keberagaman tersebut, kata dia, menjadi kekuatan sekaligus modal sosial dalam menjaga persatuan masyarakat dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Dominggus menilai perbedaan keyakinan tidak seharusnya menjadi alasan untuk menciptakan perpecahan. Sebaliknya, keberagaman harus menjadi kesempatan untuk saling mengenal, belajar, dan memperkuat wawasan kebangsaan, khususnya bagi generasi muda.
"Papua Barat adalah tanah yang sejak dahulu dikenal dengan semangat kekeluargaan, gotong royong, dan menghormati perbedaan," katanya.
Ia menambahkan, kegiatan dialog lintas agama seperti Kopi Toleransi memiliki peran penting dalam memperkuat hubungan antarelemen masyarakat. Forum tersebut dinilai dapat menjadi ruang untuk membangun komunikasi, mempererat persaudaraan, serta menjaga kerukunan di tengah masyarakat yang majemuk.
Pemerintah Provinsi Papua Barat, lanjut Dominggus, memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Kopi Toleransi Vol 3 yang digagas Wihara Buddha Prabha Manokwari bersama Keluarga Buddhayana Indonesia dan panitia penyelenggara.
Kegiatan yang mempertemukan tokoh dari berbagai latar belakang agama tersebut diharapkan dapat terus menjadi wadah untuk memperkuat semangat persatuan dan menciptakan suasana kehidupan masyarakat yang aman dan damai.
"Pemerintah daerah mendukung setiap kegiatan yang berkaitan dengan kerukunan beragama, karena kedamaian adalah hal yang utama dalam pembangunan kesejahteraan masyarakat," Ucapnya.
Kopi Toleransi Vol 3 turut menghadirkan sejumlah narasumber lintas agama, di antaranya Ustadz Das'ad Latif dan Bante Dhirapunno Thera, dengan Ponijan Liaw sebagai pembawa acara. Kegiatan tersebut juga dihadiri pimpinan Unipa, Wakil Bupati Manokwari, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta tokoh adat di Papua Barat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....