Peran Perpustakaan Perlu Dimaksimalkan untuk Perkuat Budaya Literasi
- 19 Jul 2026 16:35 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari - Pengurus Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Apori Pasir Putih, Manokwari, mengajak masyarakat memanfaatkan perpustakaan dan taman baca sebagai pusat informasi serta ruang belajar bersama. Upaya tersebut dinilai penting untuk memperkuat budaya literasi di tengah perkembangan teknologi digital.
Pengurus TBM Apori, Nancy Mayor, mengatakan pengembangan budaya membaca tidak dapat dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Karena itu, TBM Apori aktif membangun kemitraan dengan komunitas literasi, pemerintah, serta berbagai lembaga yang memiliki perhatian terhadap pengembangan literasi masyarakat.
Nancy menjelaskan, kolaborasi tersebut diwujudkan melalui berbagai kegiatan, mulai dari berbagi koleksi buku, dukungan tenaga relawan, hingga saling mengunjungi antar-TBM untuk bertukar pengalaman dalam mengembangkan program literasi di masing-masing wilayah.
“Kami membangun kemitraan dengan relawan literasi, lembaga pemerintah, dan berbagai komunitas. Kami juga saling berkunjung antar-TBM untuk berdiskusi dan memperkuat kapasitas, sehingga bisa menghadirkan program-program budaya membaca yang lebih baik bagi masyarakat,” ujar Nancy Mayor saat diwawancarai RRI Manokwari, Kamis, 16 Juli 2026.
Menurutnya, keberadaan TBM memiliki peran penting dalam mendukung pendidikan nonformal, khususnya dengan memperkenalkan berbagai metode belajar yang menarik bagi anak-anak maupun masyarakat. Salah satunya melalui pendekatan bermain sambil belajar serta diskusi bersama sesama pegiat literasi.
Nancy menambahkan, peningkatan kapasitas pengelola TBM juga terus dilakukan agar mampu menghadirkan program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Berbagai ide dan inovasi lahir melalui diskusi bersama komunitas literasi maupun instansi pemerintah yang menjadi mitra.
Ia menilai paradigma masyarakat terhadap perpustakaan juga perlu berubah. Perpustakaan dan taman baca tidak lagi hanya dipandang sebagai tempat menyimpan buku, tetapi sebagai pusat informasi, pusat kegiatan masyarakat, sekaligus ruang belajar yang terbuka bagi semua kalangan.
Nancy berharap masyarakat semakin aktif memanfaatkan berbagai fasilitas literasi yang tersedia, baik di perpustakaan maupun taman baca. Menurutnya, semakin banyak masyarakat membaca dan mengakses informasi yang berkualitas, semakin besar pula peluang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Manokwari.
“Harapan saya masyarakat bisa memanfaatkan fasilitas yang ada untuk mendapatkan informasi. Mindset-nya harus berubah, perpustakaan bukan lagi gudang buku, tetapi pusat informasi dan pusat kegiatan masyarakat. Mari manfaatkan fasilitas yang ada, karena membaca adalah jendela dunia,” tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....