MPLS SMA Negeri Satu Manokwari Tekankan Sekolah Ramah Anak

  • 08 Jul 2026 19:23 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari - Sebanyak 432 peserta didik baru mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 di SMA Negeri 1 Manokwari. Kegiatan yang berlangsung pada 7–11 Juli 2026 itu mengusung tema sekolah sebagai tempat yang ramah, nyaman, dan menyenangkan bagi seluruh peserta didik.

Kepala SMA Negeri 1 Manokwari, Lucinda P. Mandobar, mengatakan seluruh materi MPLS mengacu pada modul yang diterbitkan Kementerian Pendidikan. Menurutnya, tujuan utama kegiatan tersebut adalah membangun lingkungan sekolah yang aman, inklusif, serta menjadi rumah bersama bagi seluruh warga sekolah.

“Sekolah harus menjadi rumah bersama bagi semua anak. Mereka harus merasa nyaman belajar di SMA Negeri 1 Manokwari, sementara guru juga terus belajar memahami karakter setiap peserta didik,” ujarnya, Rabu, 8 Juli 2026.

Ia menjelaskan, selain memperkenalkan lingkungan sekolah, MPLS juga menanamkan nilai toleransi, kepedulian terhadap lingkungan, serta pencegahan perundungan. Para siswa diharapkan mampu menerima perbedaan suku, budaya, bahasa, dan karakter sebagai bagian dari kehidupan bersama di lingkungan sekolah.

“Kami ingin membangun budaya no bullying. Di sekolah ini mereka harus saling menerima sebagai saudara, saling menghargai, dan tumbuh bersama dalam suasana yang aman,” katanya.

Lucinda menyebutkan sebanyak 432 siswa diterima pada tahun ajaran baru, dengan komposisi sekitar 70 persen peserta didik Orang Asli Papua (OAP) dan 30 persen non-OAP. Selama MPLS, siswa dibekali berbagai materi mulai dari pengenalan kurikulum, tata tertib sekolah, peminatan sesuai cita-cita, hingga pemanfaatan sarana dan prasarana sekolah.

Selain guru, sejumlah mitra eksternal juga dilibatkan sebagai narasumber, di antaranya Badan Narkotika Nasional (BNN), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pelaku industri kreatif, Telkom, Bank Indonesia, dan Pegadaian. Kehadiran para mitra bertujuan memperluas wawasan peserta didik mengenai kesehatan, kesiapsiagaan bencana, literasi digital, literasi keuangan, hingga pengembangan kreativitas.

Menurut Lucinda, SMA Negeri 1 Manokwari juga terus mendorong pengembangan bakat siswa di bidang jurnalistik dan perfilman. Bahkan, karya film siswa sekolah tersebut kembali lolos ke tahap kedua Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat nasional.

Ia berharap seluruh rangkaian MPLS mampu memberikan kesan positif bagi peserta didik baru sekaligus memperkuat kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam mendukung proses pendidikan.

“Kami berharap SMA Negeri 1 Manokwari benar-benar menjadi rumah bersama, bukan hanya bagi siswa dan guru, tetapi juga bagi orang tua dan masyarakat yang ikut mendukung proses belajar anak-anak,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....