Evaluasi Kinerja Transportasi Udara dan Dampaknya Bagi Ekonomi Papua Barat

  • 03 Jul 2026 09:23 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari – Kinerja transportasi udara memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi di Provinsi Papua Barat. Hal tersebut menjadi pembahasan utama dalam Dialog Interaktif Programa 1 RRI Manokwari bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua Barat yang mengangkat tema "Evaluasi Kinerja Transportasi Udara dan Dampaknya Bagi Ekonomi Papua Barat."

Pada Program Dialog RRI, menghadirkan dua narasumber dari BPS Provinsi Papua Barat, yakni Marcsha Hanifa Anugrah, S.Tr.Stat dan Destrianto Mursalin, SST., M.Si., M.App.Ec, yang memaparkan kondisi terkini transportasi udara serta keterkaitannya dengan aktivitas ekonomi masyarakat di Papua Barat.

Marcsha Hanifa Anugrah menjelaskan bahwa transportasi udara menjadi moda utama penghubung antarwilayah di Papua Barat mengingat kondisi geografis yang didominasi kepulauan, pegunungan, dan wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat maupun laut.

"Transportasi udara bukan hanya menjadi sarana mobilitas masyarakat, tetapi juga mendukung distribusi barang, memperlancar aktivitas perdagangan, pariwisata, investasi hingga pelayanan publik," jelas Marcsha.

Ia menambahkan, data statistik transportasi menjadi indikator penting dalam melihat dinamika aktivitas ekonomi suatu daerah. Perubahan jumlah penerbangan, penumpang maupun angkutan barang dapat menggambarkan kondisi perekonomian, baik dari sisi permintaan maupun aktivitas distribusi.

Sementara itu, Destrianto Mursalin menyampaikan bahwa sektor transportasi memiliki hubungan erat dengan pertumbuhan ekonomi. Semakin baik konektivitas antarwilayah, maka semakin besar peluang peningkatan investasi, perdagangan, serta pengembangan sektor-sektor produktif lainnya.

Menurutnya, keberadaan bandara di Papua Barat tidak hanya melayani mobilitas penumpang, tetapi juga menjadi jalur distribusi logistik yang sangat vital, terutama bagi daerah-daerah yang belum memiliki akses transportasi alternatif.

"Efisiensi transportasi udara akan memberikan dampak positif terhadap biaya logistik, ketersediaan barang, stabilitas harga, hingga peningkatan daya saing ekonomi daerah," ungkap Destrianto.

Dalam dialog tersebut juga dijelaskan bahwa fluktuasi jumlah penerbangan maupun penumpang dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari kondisi cuaca, permintaan masyarakat, kebijakan maskapai hingga perkembangan aktivitas ekonomi di daerah. Data statistik BPS menunjukkan bahwa indikator transportasi udara menjadi salah satu referensi penting dalam membaca perkembangan ekonomi Papua Barat.

Para narasumber berharap berbagai pemangku kepentingan dapat memanfaatkan data statistik transportasi sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran, terutama dalam meningkatkan konektivitas antarwilayah dan mendorong pemerataan pertumbuhan ekonomi di Papua Barat.

Melalui Dialog Interaktif Programa 1 RRI Manokwari, masyarakat juga diajak untuk semakin memahami pentingnya data statistik sebagai landasan dalam merumuskan kebijakan pembangunan daerah, termasuk dalam sektor transportasi yang menjadi salah satu urat nadi perekonomian Papua Barat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....