Bupati Teluk Bintuni Buka Youth Camp GPdI Papua Barat, Diikuti 2.000 Pemuda
- 30 Jun 2026 19:44 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Bintuni – Bupati Teluk Bintuni secara resmi membuka Youth Camp PELPRAP Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) se-Papua Barat yang berlangsung di Gedung Serbaguna, Kabupaten Teluk Bintuni, Selasa, 30 Juni 2026 Kegiatan yang diikuti sekitar 2.000 peserta dari 10 wilayah GPdI se-Papua Barat ini menjadi momentum pembinaan iman, kepemimpinan, dan karakter generasi muda Kristen.
Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Teluk Bintuni sebagai tuan rumah pelaksanaan Youth Camp PELPRAP GPdI Papua Barat Tahun 2026.
Ia mengucapkan selamat datang kepada seluruh hamba Tuhan, pendeta, gembala sidang, pembina, pendamping kontingen, serta para peserta yang datang dari berbagai kabupaten di Papua Barat. Bahkan, kegiatan tersebut juga diikuti peserta dari Provinsi Papua Tengah dan Papua Pegunungan.
"Atas nama Pemerintah dan seluruh masyarakat Kabupaten Teluk Bintuni, saya mengucapkan selamat datang di Tanah Sisar Matiti. Merupakan suatu kehormatan bagi kami dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan yang sangat baik ini," ujar Bupati.
Menurutnya, kehadiran ribuan pemuda dalam kegiatan tersebut bukan hanya mempererat persekutuan dalam kasih Kristus, tetapi juga memperkuat semangat persaudaraan, persatuan, dan kebersamaan sebagai satu tubuh di dalam Tuhan.
Mengangkat tema "Be Ready! Ini Aku, Utuslah Aku" yang diambil dari Yesaya 6:8, Bupati menilai tema tersebut sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini.
"Tema ini mengajak pemuda Pentakosta menjadi generasi yang siap diutus Tuhan, memiliki karakter Kristus, berintegritas, disiplin, mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, tetapi tetap teguh memegang nilai-nilai Firman Tuhan," kata Bupati.
Ia mengatakan, perkembangan teknologi, digitalisasi, kecerdasan buatan hingga perubahan sosial menuntut generasi muda untuk memiliki kesiapan, baik secara spiritual maupun intelektual. Karena itu, seluruh peserta diharapkan mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh, mulai dari ibadah, seminar, diskusi hingga pembinaan kepemimpinan.
"Jadikan setiap ibadah sebagai momentum mengalami lawatan Tuhan, setiap seminar sebagai kesempatan memperluas wawasan, dan setiap perjumpaan sebagai sarana membangun persaudaraan yang erat di dalam tubuh Kristus," Ujar Bupati.
Bupati optimistis Youth Camp selama tiga hari tersebut akan melahirkan generasi muda yang siap menjadi pelayan Tuhan sekaligus pemimpin di berbagai bidang.
"Saya percaya, di antara dua ribu peserta yang hadir hari ini, Tuhan sedang mempersiapkan para gembala, penginjil, misionaris, guru, tenaga kesehatan, akademisi, pengusaha, aparat keamanan, birokrat hingga pemimpin bangsa di masa depan yang tetap takut akan Tuhan," ungkapnya.
Ia juga menegaskan Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni mendukung penuh berbagai kegiatan peningkatan kualitas sumber daya manusia, termasuk kegiatan kepemudaan gereja. Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya bergantung pada infrastruktur, tetapi juga pada hadirnya generasi muda yang sehat, cerdas, berkarakter, inovatif, dan memiliki landasan iman yang kuat.
"Ketika gereja berhasil membentuk generasi yang takut akan Tuhan, sesungguhnya gereja sedang membangun masa depan daerah dan bangsa," tegasnya.
Di akhir sambutannya, Bupati mengajak seluruh peserta menjadikan semangat Youth Camp sebagai bekal untuk terus melayani di gereja dan berkontribusi membangun daerah sesuai talenta masing-masing.
"Sebagaimana tema kegiatan ini, 'Be Ready!', bersiaplah dipakai Tuhan kapan pun dan di mana pun. Jadilah generasi yang berani berkata, 'Ini aku Tuhan, utuslah aku'," tutupnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Youth Camp PELPRAP GPdI Papua Barat, Daniel Dudung, mengatakan kegiatan tersebut merupakan salah satu program kerja Komisi Daerah PELPRAP GPdI Papua Barat yang diselenggarakan setiap dua tahun sekali.
Menurutnya, Youth Camp tahun ini berlangsung pada 30 Juni hingga 3 Juli 2026 di Kabupaten Teluk Bintuni dengan tujuan membangun kerohanian, memperkuat kepemimpinan, meningkatkan keterampilan, serta mempererat persaudaraan pemuda GPdI dari berbagai wilayah di Tanah Papua.
Daniel menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni, seluruh panitia, para hamba Tuhan, serta semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
"Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan baik sehingga pulang membawa semangat baru dalam pelayanan, kehidupan bermasyarakat, serta menjadi berkat bagi gereja dan daerah masing-masing," katanya.
Direktur Binmas kristen Protestan kementrian Agama RI Sukses James Mayor mengapresiasi Pemerintah Teluk Bintuni yang telah mensponsori kegiatan ini. Ia juga mengapresiasi Bupati Teluk Bintuni yang telah peduli terhadap gereja. "Terimakasih Bupati yang telah memberi kesempatan hal besar bagi gereja untuk melaksanakan kegiatan ini," Katanya.
Dalam kesempatan tersebut Luksesn juga mengahak anak muda agar tidak menyia-nyiakan kegiatan keagamaan ini. Kegiatan kemah pemuda ini juga bagian dari investasi masa depan pemuda Indonesia yang peduli terhadap gereja.
" Investasi hari ini menentukan karena anak muda adalah calon pemimpin masa depan sehingga melalui kegiatan ini kita mempersiapkan diri dengan baik," Ujarnya.
Kemah ini juga dihadiri Ketua Majelis Pusat GPdI pendeta Jhon Weol, dan Majelis Daerah GPdI Papua Barat Stefanus Kafiar, ketua komisi daerah pelayanan Pemuda dan pelajar Pangekosalta GPdI Papua Barat Yance Samon Sabra dan Jajaran Forkopimda.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....