Pesparawi XIV Jadi Ajang Moderasi Beragama dan Pelestarian Lingkungan Nasional

  • 30 Jun 2026 18:46 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari – Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Kristen Kementerian Agama RI, Dr. Jeane Marie Tulung, S.Th., M.Pd, menyatakan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV Tahun 2026 tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga memperkuat moderasi beragama, persatuan bangsa, pelestarian lingkungan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Hal itu disampaikan Jeane Marie Tulung saat menyampaikan laporan pertanggungjawaban pelaksanaan Pesparawi Nasional XIV pada acara penutupan di Lapangan Borarsi, Manokwari, Papua Barat, Minggu, 28 Juni 2026.

Ia menjelaskan, Pesparawi XIV yang berlangsung selama 10 hari melibatkan ribuan peserta, ofisial, dan pendukung dari 38 provinsi di Indonesia dengan mengusung tema “Aku Hendak Memuji Tuhan pada Segala Waktu” yang diambil dari Mazmur 34 ayat 2a.

Menurutnya, rangkaian kegiatan tidak hanya berfokus pada kompetisi, tetapi juga mencakup pengukuhan dewan juri nasional yang menjunjung objektivitas, pelaksanaan karnaval budaya sebagai simbol kebhinekaan, pameran UMKM dan ekonomi kreatif, penanaman pohon di Pulau Mansinam sebagai implementasi program ekoteologi Kementerian Agama, workshop dan Musyawarah Nasional LPPD, hingga pelaksanaan 12 kategori perlombaan.

“Pesparawi bukan sekadar kegiatan seni dan rohani, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat lokal sekaligus memperkuat persaudaraan di tengah keberagaman bangsa,” ujarnya.

Jeane mengatakan, salah satu capaian penting Pesparawi XIV adalah penerapan konsep ramah lingkungan melalui kewajiban seluruh kontingen membawa tumbler pribadi guna mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

Bahkan, menurutnya, penyelenggaraan Pesparawi XIV telah dinilai oleh tim Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai event keagamaan dengan jumlah peserta terbanyak yang menggunakan tumbler selama pelaksanaan kegiatan.

Ia juga mengungkapkan, Musyawarah Nasional LPPD telah menetapkan Provinsi Sulawesi Tengah sebagai tuan rumah Pesparawi Nasional XV Tahun 2029.

Lebih lanjut, Jeane menegaskan Pesparawi menjadi wadah penguatan moderasi beragama sekaligus sarana memperkokoh persatuan bangsa melalui pujian dan pelayanan.

“Melalui gema pujian yang dikumandangkan di Manokwari, kita ingin mengirimkan pesan bahwa Indonesia adalah rumah besar yang aman bagi semua. Pujian yang kita lantunkan merupakan doa bagi kedamaian, kemajuan, dan kesejahteraan bangsa Indonesia,” katanya.

Pada kesempatan itu, Dirjen Bimas Kristen juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Papua Barat, Pemerintah Kabupaten Manokwari, panitia, serta seluruh masyarakat yang dinilai berhasil menjadi tuan rumah yang ramah dan mendukung suksesnya penyelenggaraan Pesparawi Nasional XIV.

Ia berharap seluruh peserta kembali ke daerah masing-masing dengan membawa semangat persaudaraan serta menjadi agen perdamaian di tengah masyarakat.

“Kembalilah dengan membawa cerita tentang indahnya Papua, indahnya Manokwari, dan jadilah agen-agen perdamaian di daerah masing-masing,” tuturnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....