BPBD PB Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Bencana Melalui Peringatan Dini
- 29 Jun 2026 09:17 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Papua Barat terus memperkuat upaya kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana melalui penyebarluasan informasi, edukasi kebencanaan, serta sistem peringatan dini. Langkah tersebut dilakukan untuk meminimalkan risiko bencana di tengah kondisi geografis Papua Barat yang memiliki kerawanan terhadap berbagai jenis bencana alam.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Papua Barat, Jemy Pigome, mengatakan seluruh program yang dijalankan mengacu pada Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kebencanaan. Program tersebut mencakup penyediaan informasi daerah rawan bencana, peningkatan kesiapsiagaan masyarakat, penyelamatan dan evakuasi, hingga penyampaian peringatan dini kepada masyarakat.
Menurut Jemy, salah satu langkah yang dilakukan BPBD adalah memperkuat koordinasi dengan berbagai lembaga, termasuk BMKG dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), untuk memperoleh informasi terkini mengenai potensi bencana. Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada pemerintah daerah, masyarakat, hingga penyelenggara kegiatan yang melibatkan banyak orang agar dapat melakukan langkah antisipasi sejak dini.
Ia menjelaskan, menjelang penyelenggaraan Pesparawi Nasional XIV, BPBD telah menyampaikan informasi terkait potensi musim kemarau akibat fenomena El Nino yang diperkirakan berlangsung pada Juni hingga September. Informasi tersebut disampaikan sebagai dasar bagi panitia, pengelola hotel, serta penyedia konsumsi agar menyiapkan cadangan air bersih selama kegiatan berlangsung.
Selain itu, BPBD juga secara berkala memberikan informasi prakiraan cuaca selama pelaksanaan kegiatan nasional tersebut. Penyampaian informasi dilakukan sebagai bagian dari sistem peringatan dini agar panitia maupun masyarakat dapat mengantisipasi potensi hujan ataupun kondisi cuaca lainnya yang berpotensi mengganggu aktivitas.
“Kami terus menyampaikan informasi terkait potensi bencana dan kondisi cuaca agar masyarakat maupun penyelenggara kegiatan dapat melakukan langkah antisipasi lebih awal. Tujuan kami adalah mengurangi risiko sehingga dampak bencana dapat diminimalkan,” ujar Jemy pada Senin, 29 Juni 2026.
Dalam upaya membangun budaya sadar bencana, BPBD Papua Barat juga telah melaksanakan program pembentukan kampung tangguh bencana melalui kegiatan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Meski diakui pelaksanaannya belum maksimal karena keterbatasan sumber daya, program tersebut terus dikembangkan sebagai bagian dari strategi meningkatkan kapasitas masyarakat menghadapi bencana.
Jemy menambahkan, BPBD saat ini tengah menyusun peta jalan atau road map penanggulangan bencana yang bertujuan mewujudkan Papua Barat sebagai daerah tangguh bencana. Ia berharap masyarakat dapat berperan aktif sebagai garda terdepan dengan segera melaporkan potensi bencana melalui berbagai saluran komunikasi yang tersedia sehingga pemerintah bersama Basarnas, TNI, Polri, BPBD kabupaten, dan BNPB dapat mengambil langkah cepat dalam pencegahan maupun evakuasi sebelum dampak bencana semakin meluas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....